Edukasi Update, Tanjung Pura, sabtu 31 Januari 2026 – Paras ramah ibu-ibu menyambut kami datang di Tanjung Pura, tepatnya di bangunan Yayasan Al Anshor yang lokasinya tepat di seberang Masjid Agung Azizi Tanjung Pura.
Di awal pagi itu, rombongan Ibu Profesional Sumatera Utara berangkat dengan penuh harap agar apa yang dibawa berupa paket tali kasih untuk ibu dan anak di sana bisa menembus sampai ke hati, karena kami menyiapkannya dengan hati yang penuh harapan, harapan untuk mereka tak hanya menjadi kuat namun juga memaknai bencana yang terjadi dengan bijak.
Perjalanan sekitar 2 jam dari Medan ditempuh melalui jalur tol. Iring-iringan 5 mobil pribadi yang mengangkut pake donasi serta pakaian layak yang bisa dibagikan menjadi salah satu usaha menyebarkan senyum dan semangat kami. Rombongan relawan terdiri dari 10 ibu, 3 pemuda/i, dan 2 orang ayah bersepakat menyukseskan kegiatan ini dengan penuh semangat, agar apa yang disiapkan dari hati juga sampai ke hati.
Setibanya di sana, rombongan disambut dengan dukungan dari 12 guru sekolah RA yang sigap dan ceria mendampingi kegiatan sampai akhir. Sekitar 125 Ibu dan anak seolah memeluk kami dengan antusiasme dan respon yang menyenangkan. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari pihak Yayasan dan pemerintah setempat.
Acara dibuka dengan dihadiri oleh Ketua Yayasan Al Anshor, Kepala Sekolah RA Al Anshor, dan kami pun turut mengundang Camat setempat namun berhalangan untuk hadir, meski begitu semangat sinergi tetap kami rasakan.
Kegiatan dilaksanakan di lantai dua gedung yayasan, 3 ruangan besar kelas-kelas SD dijadikan satu dan disiapkan untuk kegiatan ini. Dukungan dari pihak Yayasan sangat kami rasakan.
Acara diawali dengan penyampaian sambutan-sambutan sebagai tanda bahwa kami datang untuk saling menguatkan. Sambutan disampaikan oleh sekretaris regional Sumatera Utara Kurniawati Dwi Manur, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari A Home Team Elva Citra Sari, dan ditutup dengan sambutan hangat dari Ibu Kepala Sekolah RA Al Anshor Khazanah,s.ag. s.pd.i., beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ibu Profesional dan dukungan THSN.
Para Ibu menilai kegiatan ini berbeda dari bantuan sebelumnya karena terasa lebih lekat, kegiatan yang dilakukan bukan hanya sekedar pendampingan secara psikologi namun juga ada edukasi kesehatan yang relevan dengan yang Ibu butuhkan.
Kegiatan Psychososial Recovery kali ini dirancang secara komperehensif, tidak hanya menyalurkan bantuan berupa paket donasi untuk Ibu dan anak, namun juga pendampingan psikososial oleh A Home Team yang dalam hal ini digerakkan oleh Ibu Profesional Sumatera Utara, serta edukasi kesehatan dengan tema “Menjaga kesehatan Tulang Ibu” yang disampaikan oleh dr. Muhammad Shahreza, M.Ked (Surg) Sp.OT. Ketiga paduan kegiatan ini mampu merepresentasikan konsep main bareng, ngobrol bareng, dan beraktivitas bareng khas Ibu Profesional.
Kegiatan pertama ibu dan anak berlangsung serentak namun di ruangan yang berbeda. Saat para ibu fokus menyimak penyampaian edukasi kesehatan, anak-anak bermain penuh semangat dan ceria dengan para fasil. Permainan pengembangan diri anak yang memantik kebersamaan seperti permainan angin ribut mampu memecahkan suasana menjadi lebih meriah. Tawa anak-anak dan senyum para ibu bersatu dalam satu harap : lekas pulih dan bangkit
Selesai mengalirkan hormon endorfin membuat rasa aman terbentuk dan koneksi antara fasil dan peserta semakin terjalin, ini menjadi salah satu cara jitu untuk memulihkan segala luka batin dan kelelahan pasca bencana. Momen ini menjadi saat yang tepat untuk ibu dan anak disatukan kembali di satu ruangan, dan sekarang saatnya mengoneksikan harapan!
Mendengar cerita dari salah satu ibu penyintas bencana tentang kondisi banjir yang saat itu dialami, ketinggian air yang semakin meningkat hingga sedada orang dewasa membuat warga sekitar harus mengungsi, melewati malam-malam pertama bencana dengan makanan yang apa adanya dan kegelapan. Saat matahari muncul yang tampak hanya aliran air yang deras hingga mampu merobohkan tembok depan halaman masjid.
Sekitar 2 minggu air baru surut, saat kembali ke rumah, bukan hanya disambut dengan kondisi rumah yang harus dibersihkan, namun juga barang-barang yang tak nampak lagi karena hanyut dan yang tersisa di dalam pun menjadi lapuk tak bisa lagi digunakan.
Berangkat dari rasa itu, harapan para ibu dan anak tertuliskan di pohon harapan. Beberapa orang anak dan ibu berani membacakan harapannya :
“Semoga bisa selalu sehat dan membahagiakan mama dan ibu guru”
Itu salah satu harapan yang tertulis dari seorang anak usia dini. Dan harapan itu diaminkan oleh seluruh yang hadir saat itu.
Momen yang menggetarkan lainnya adalah ketika para ibu dan anak kompak meneriakan Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga, hal ini menjadi aliran semangat tersendiri untuk Ibu Profesional, bahwa kami ada bukan hanya untuk keluarga namun juga untuk masyarakat sekitar.
Kegiatan penutup ialah pembagian donasi untuk 125 ibu dan anak. Paket donasi dikemas dengan kemasan yang menarik dan mudah dibawa. Ini menjadi aliran tali kasih sayang diantara kami, semoga Tuhan selalu menguatkan dan memberikan jalan untuk harapan-harapan yang tertulis bisa terwujud.
Kemudian setelah itu para ibu dan anak diarahkan ke lantai bawah sesuai rute keluar ruangan kegiatan untuk bisa memilih baju-baju layak pakai dengan kondisi bagus dan sudah disortir untuk bisa diambil bagi yang membutuhkan.
Bencana ini jelas memberikan dampak psikologis, dan karena itu kami hadir di sana. Kami datang dengan hati dan niat itu sampai juga ke hati para ibu dan anak. Memberikan makna bisa dengan berbagai cara, salah satunya hadir dan mengaminkan semua harapan yang disampaikan.
Sumut bisa. Sumut bangkit. Sumut bisa bangkit!











