SUMENEP — Upaya menumbuhkan budaya literasi terus digerakkan oleh SDN Banasare I, Kecamatan Rubaru. Pada Senin, 27 April 2026, sekolah tersebut secara resmi meresmikan Perpustakaan Ramah Anak yang diberi nama Pustaka Cerdas Banasare, dalam suasana sederhana namun penuh semangat kolaborasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh guru, pustakawan, serta wali murid yang turut menjadi bagian penting dalam pengembangan literasi di sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SDN Banasare I menegaskan bahwa kehadiran perpustakaan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh bagi imajinasi dan pengetahuan siswa.
“Buku adalah jendela dunia. Hari ini kita membuka jendela baru bagi anak-anak Banasare agar mereka bisa membaca, bermimpi, dan meraih masa depan,” ungkapnya.
Menariknya, di tengah keterbatasan ruang perpustakaan yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, sekolah justru menghadirkan inovasi dengan mengembangkan sudut baca di setiap kelas. Sudut baca tersebut ditata sesuai dengan panduan Perpustakaan Ramah Anak, sehingga tetap menghadirkan suasana membaca yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa.
Langkah ini menjadi strategi alternatif agar aktivitas literasi tetap berjalan dan merata di seluruh kelas. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya terpusat pada satu ruang, tetapi hadir lebih dekat dengan keseharian siswa.
Kepala sekolah berharap, keberadaan sudut baca di setiap kelas dapat menjadi ruang belajar yang hidup dan interaktif. Tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga melahirkan siswa-siswa yang kreatif dan memiliki cara berpikir luas.
“Kami tidak menuntut anak-anak selalu menjadi juara, tetapi kami ingin mereka menjadi pembaca. Dari membaca, mereka akan tahu bahwa Banasare bukan batas dunia,” pesannya kepada para siswa.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga berkomitmen untuk menghidupkan budaya literasi melalui berbagai program, seperti jadwal wajib kunjung perpustakaan, kegiatan membaca, hingga program peminjaman buku yang melibatkan peran aktif guru dan orang tua.
Peresmian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, SDN Banasare I perlahan membangun ekosistem literasi yang inklusif, dengan harapan mampu mencetak generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan berdaya saing.











