MADIUN — Nama Josua Bienvenido Ivander Jovan Ervanthe menjadi salah satu gambaran semangat generasi muda yang tumbuh melalui kerasnya dunia olahraga. Berusia 19 tahun, lahir di Madiun, dan turun di kelas 63 kilogram, Josua telah menjalani perjalanan panjang sebagai atlet tinju sejak usia belia.
BERKENALAN DENGAN TINJU SEJAK USIA 10 TAHUN
Perjalanan Josua di dunia tinju dimulai ketika usianya masih sekitar 10 tahun. Di usia tersebut, ia mulai mengenal latihan fisik, teknik dasar tinju, kedisiplinan, keberanian, serta kehidupan seorang atlet. Latihan demi latihan dijalani hingga olahraga tersebut menjadi bagian penting dari kehidupannya.
DARI KEJUARAAN DAERAH HINGGA PANGGUNG INTERNASIONAL
Josua menapaki karier tinju dari level paling dasar hingga kancah internasional dengan langkah yang konsisten dan tekad yang kuat. Di tingkat kabupaten dan provinsi, ia aktif berpartisipasi dalam Kejurkab dan Kejurprov, sekaligus mengikuti Kejurda untuk mengasah kemampuan melawan petinju lokal dengan gaya dan strategi berbeda. Penampilan-penampilan di PORWIL dan PORPROV memberinya pengalaman bertanding dalam suasana multi-cabor yang menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi, sekaligus membuka jaringan dengan pelatih dan atlet dari wilayah lain. Melalui Road to PON, Josua menargetkan tiket ke Pekan Olahraga Nasional, menjadikan setiap pertandingan seleksi sebagai tolok ukur perkembangan teknik dan kebugarannya.
Di level nasional, kejuaraan tinju tingkat nasional menjadi arena penting bagi Josua untuk menunjukkan kemampuan serta menarik perhatian pelatih tim nasional. Ia juga rutin mengikuti berbagai turnamen dan invitasi, yang menyediakan variasi lawan dan format pertandingan, memperkaya jam terbangnya. Pada jenjang internasional, partisipasinya di Kejuaraan Tinju Internasional dan ASBC (Asian Boxing Confederation Championship) mempertemukannya dengan standar kompetisi yang lebih tinggi dan gaya tinju yang beragam dari negara lain. Program Road to Uzbekistan dan ajang serupa menjadi bagian strategi persiapannya untuk menghadapi kompetisi luar negeri, meningkatkan adaptasi terhadap regulasi internasional dan tekanan laga tanding yang intens. Secara keseluruhan, rangkaian kejuaraan ini membentuk perjalanan Josua menjadi petinju yang matang, berpengalaman, dan siap bersaing di tingkat manapun.
PULUHAN PIALA MENJADI SAKSI PERJALANAN
Foto Josua bersama koleksi penghargaan menjadi gambaran visual dari perjalanan tersebut. Puluhan trofi, medali, piagam penghargaan, serta dokumentasi pencapaian menjadi bagian dari perjalanan panjangnya. Setiap medali dan piala menyimpan cerita tentang latihan, perjalanan menuju pertandingan, tekanan sebelum naik ring, hingga perjuangan ketika pertandingan berlangsung.
KELAS 63 KILOGRAM DAN TANTANGAN YANG TIDAK RINGAN
Bertanding di kelas 63 kilogram menuntut kombinasi kemampuan fisik, kecepatan, teknik, stamina, serta kecerdasan membaca pertandingan. Pengalaman dari berbagai kompetisi menjadi modal penting bagi perkembangan seorang atlet muda.
PERNAH REHAT DEMI MENGEJAR CITA-CITA MENJADI PRAJURIT TNI AU
Di tengah perjalanan sebagai atlet tinju, Josua juga memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Udara. Karena itu, ia memilih untuk rehat sejenak dari dunia tinju. Dalam wawancara, Josua menyampaikan tekadnya:
“Saya bakal rehat sejenak menjadi seorang atlet tinju dan bakal kembali menjadi atlet setelah saya keterima TNI.”
DUA MIMPI, SATU SEMANGAT PERJUANGAN
Menjadi atlet dan menjadi prajurit sama-sama membutuhkan disiplin, ketahanan fisik, konsistensi, keberanian, serta kemampuan menghadapi tekanan. Pengalaman Josua sebagai atlet tinju menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya untuk mengejar cita-cita.
GENERASI EMAS UNTUK INDONESIA
Perjalanan Josua menjadi gambaran bagaimana potensi atlet muda daerah dapat berkembang melalui latihan, pembinaan, kompetisi, dan dukungan. Ia menjadi bagian dari generasi yang diharapkan mampu membawa nama Indonesia semakin tinggi di olahraga tinju.
THE NEXT CHRIS JOHN?
Indonesia pernah memiliki legenda tinju seperti Chris John yang membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Harapan untuk melahirkan penerus dari generasi baru tentu merupakan target besar. Untuk menjadi juara dunia diperlukan perjalanan panjang, pembinaan profesional, pertandingan internasional, dukungan tim, dan mental yang kuat.
MENUJU JUARA DUNIA
Target menjadi juara dunia bukanlah target sederhana. Josua masih memiliki perjalanan panjang. Rehat sementara demi mengejar cita-cita menjadi prajurit TNI AU bukan berarti cerita tinjunya berakhir. Jika suatu hari kembali ke ring, pengalaman hidup yang diperolehnya dapat menjadi bagian baru dari perjalanan kariernya.
DARI MADIUN UNTUK INDONESIA
Josua Bienvenido Ivander Jovan Ervanthe adalah gambaran seorang anak muda yang berani memiliki dua mimpi besar: mengabdi melalui cita-cita menjadi prajurit TNI AU dan terus berprestasi melalui olahraga tinju. Puluhan piala dan medali yang terlihat dalam foto bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari ceritanya.
THE NEXT CHRIS JOHN. THE NEXT JUARA DUNIA. DARI MADIUN UNTUK INDONESIA.











