Edukasi Update, Opini – Di dalam sebuah perusahaan, sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Setiap pekerjaan membutuhkan tenaga kerja yang sesuai agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Namun, kebutuhan tenaga kerja dalam perusahaan tidak selalu sama. Ada saatnya perusahaan membutuhkan tambahan karyawan, tetapi ada juga kondisi ketika kebutuhan tenaga kerja justru berkurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan SDM dapat berubah sesuai dengan keadaan perusahaan.
Permintaan SDM pada dasarnya bukan hanya mengenai berapa banyak karyawan yang harus dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan juga perlu melihat alasan mengapa tenaga kerja tersebut dibutuhkan dan kemampuan seperti apa yang diperlukan. Jika perusahaan hanya menambah jumlah karyawan tanpa mempertimbangkan kebutuhan pekerjaan, dapat terjadi ketidaksesuaian antara jumlah tenaga kerja dengan pekerjaan yang tersedia.
Salah satu penyebab permintaan SDM adalah perkembangan perusahaan. Ketika perusahaan berkembang, membuka cabang baru, meningkatkan produksi, atau memperluas kegiatan usahanya, jumlah pekerjaan yang harus dilakukan juga akan meningkat. Dalam kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan tambahan tenaga kerja agar pekerjaan dapat dibagi dengan baik dan kegiatan operasional tetap berjalan secara maksimal.
Selain perkembangan perusahaan, meningkatnya beban kerja juga dapat menjadi penyebab munculnya permintaan SDM. Ketika jumlah pekerjaan bertambah tetapi jumlah karyawan tetap, beban yang diterima setiap karyawan dapat menjadi terlalu besar. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, pekerjaan dapat menjadi kurang maksimal dan karyawan dapat mengalami kelelahan. Oleh karena itu, penambahan tenaga kerja dapat menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan jumlah karyawan dengan beban pekerjaan yang ada.
Faktor lainnya adalah perubahan teknologi. Saat ini banyak perusahaan mulai menggunakan berbagai teknologi untuk membantu pekerjaan agar lebih cepat dan efisien. Namun, penggunaan teknologi juga membuat perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan menyesuaikan diri dengan teknologi tersebut. Artinya, perkembangan teknologi tidak hanya memengaruhi jumlah tenaga kerja, tetapi juga jenis keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Kondisi ekonomi dan perubahan pasar juga dapat memengaruhi permintaan SDM. Ketika kondisi ekonomi membaik dan permintaan konsumen meningkat, perusahaan dapat meningkatkan jumlah produksinya sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi atau permintaan pasar menurun, perusahaan dapat mengurangi kegiatan produksinya sehingga kebutuhan tenaga kerja juga dapat menurun.
Permintaan SDM juga dapat muncul karena adanya perubahan jumlah karyawan di dalam perusahaan. Karyawan dapat mengundurkan diri, pensiun, atau berpindah ke posisi lain. Apabila posisi yang ditinggalkan masih dibutuhkan, perusahaan harus mencari tenaga kerja baru untuk menggantikannya. Hal ini penting dilakukan agar kekosongan posisi tidak mengganggu kegiatan perusahaan.
Menurut saya, perusahaan perlu melihat permintaan SDM secara lebih menyeluruh. Menambah karyawan memang dapat menjadi solusi ketika pekerjaan semakin banyak, tetapi keputusan tersebut sebaiknya didasarkan pada kebutuhan yang jelas. Perusahaan perlu mempertimbangkan jumlah pekerjaan, beban kerja, perkembangan usaha, kemampuan karyawan yang sudah ada, serta perubahan teknologi dan kondisi pasar.
Menurut saya, kesalahan dalam menentukan kebutuhan SDM dapat memberikan dampak bagi perusahaan. Kekurangan tenaga kerja dapat membuat pekerjaan menjadi terlalu berat dan mengurangi produktivitas. Sementara itu, terlalu banyak karyawan juga dapat meningkatkan biaya perusahaan tanpa memberikan hasil yang sebanding. Karena itu, perencanaan kebutuhan SDM perlu dilakukan dengan tepat agar jumlah dan kemampuan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pada akhirnya, permintaan SDM merupakan sesuatu yang dapat berubah mengikuti kondisi perusahaan dan lingkungan bisnis. Perusahaan tidak cukup hanya menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan, tetapi juga perlu memahami penyebab munculnya kebutuhan tersebut. Dengan perencanaan SDM yang baik, perusahaan dapat memiliki tenaga kerja yang sesuai, baik dari segi jumlah maupun kemampuan, sehingga kegiatan perusahaan dapat berjalan lebih efektif.
Tesis Utama
Permintaan SDM dalam perusahaan tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya jumlah pekerjaan, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan perusahaan, beban kerja, perubahan teknologi, kondisi ekonomi, perubahan pasar, serta perubahan jumlah karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan SDM secara tepat agar kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kondisi dan tujuan perusahaan.
Daftar Pustaka
Endari, E. (2009). Meraih keunggulan melalui pengintegrasian perencanaan sumber daya manusia dan perencanaan strategik. Jurnal Siasat Bisnis.
Nuraeni, E., Hardi, A. K. D., & Reksono, B. (2024). Konsep dasar perencanaan sumber daya manusia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis STIE Bisnis Internasional Indonesia, 5(1).
Salsabilah, F., Setiawan, M. F., & Whardani, S. P. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan sumber daya manusia: Lingkungan eksternal, keputusan-keputusan organisasional, persediaan karyawan. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 2(2), 141–149.
Sunarta. (2010). Perencanaan sumber daya manusia (Kunci keberhasilan organisasi). Informasi, 36(2).
Penulis : Weny Tantika (231010501016)
Dosen Pengampu : Rima Handayani, S.E., M.Si.
Mata Kuliah : Perencanaan SDM
Mahasiswa Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang











