PENDAHULUAN
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Perusahaan tidak hanya membutuhkan modal, teknologi, dan fasilitas, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki jumlah dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan SDM agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi secara tepat.
Permintaan SDM adalah kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja, baik dari segi jumlah maupun kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan. Permintaan tersebut tidak selalu tetap karena dapat berubah mengikuti perkembangan perusahaan, kondisi ekonomi, teknologi, kebutuhan konsumen, serta perubahan strategi bisnis.
Menurut Gary Dessler (2020), perencanaan tenaga kerja dan rekrutmen merupakan bagian penting dalam manajemen SDM karena membantu organisasi menentukan kebutuhan tenaga kerja sebelum melakukan proses perekrutan. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan mengenai jumlah dan kualitas tenaga kerja harus dilakukan secara terencana. (Pearson)
Sementara itu, International Labour Organization (ILO) (2024) menjelaskan bahwa analisis permintaan tenaga kerja perlu memperhatikan kebutuhan keterampilan dan tingkat pendidikan berdasarkan sektor dan jenis pekerjaan. Artinya, perusahaan tidak cukup hanya menghitung berapa banyak karyawan yang dibutuhkan, tetapi juga harus mengetahui kompetensi yang diperlukan. (ILO)
PEMBAHASAN
- Pertumbuhan dan Perkembangan Perusahaan
Pertumbuhan perusahaan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong permintaan SDM. Ketika perusahaan membuka cabang baru, meningkatkan kapasitas produksi, atau memperluas pasar, kebutuhan tenaga kerja biasanya ikut meningkat. Perusahaan membutuhkan karyawan tambahan agar kegiatan operasional dapat berjalan dengan baik.
Namun, penambahan karyawan harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata. Jika perusahaan merekrut terlalu banyak tenaga kerja, biaya operasional dapat meningkat. Sebaliknya, jika jumlah tenaga kerja terlalu sedikit, pekerjaan dapat menumpuk dan menurunkan produktivitas.
- Peningkatan Permintaan Produk dan Jasa
Meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk atau jasa juga dapat meningkatkan kebutuhan SDM. Misalnya, ketika penjualan perusahaan meningkat, perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga produksi, pemasaran, administrasi, pelayanan pelanggan, maupun distribusi.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memprediksi perkembangan permintaan pasar agar dapat menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Perencanaan tersebut membantu perusahaan menghindari kekurangan tenaga kerja ketika permintaan meningkat.
- Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi memberikan pengaruh besar terhadap kebutuhan SDM. Teknologi dapat membuat beberapa pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien, tetapi pada saat yang sama dapat menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan baru.
Perusahaan yang menggunakan sistem digital, misalnya, membutuhkan karyawan yang mampu mengoperasikan teknologi, mengelola data, menggunakan aplikasi, dan memahami sistem informasi. Karena itu, perubahan teknologi tidak selalu berarti mengurangi tenaga kerja, tetapi juga dapat mengubah jenis kompetensi yang dibutuhkan.
Dessler (2020) menempatkan perkembangan teknologi sebagai salah satu bagian penting dalam perkembangan manajemen SDM modern. (Pearson)
- Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi juga memengaruhi permintaan tenaga kerja. Ketika perekonomian berkembang dan daya beli masyarakat meningkat, perusahaan cenderung mengalami peningkatan permintaan terhadap produk dan jasa. Kondisi tersebut dapat mendorong perusahaan untuk menambah tenaga kerja.
Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi mengalami penurunan, perusahaan dapat melakukan efisiensi dan menunda perekrutan. Oleh sebab itu, perencanaan SDM harus mempertimbangkan kondisi ekonomi agar keputusan mengenai tenaga kerja tidak hanya berdasarkan kebutuhan saat ini.
- Perubahan Strategi Bisnis
Perubahan strategi perusahaan dapat menyebabkan perubahan kebutuhan SDM. Contohnya, perusahaan yang sebelumnya berfokus pada penjualan secara langsung kemudian mengembangkan bisnis melalui platform digital akan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan pemasaran digital, pengelolaan media sosial, analisis data, dan teknologi informasi.
Dengan demikian, strategi bisnis harus dihubungkan dengan perencanaan SDM. Perusahaan harus memastikan bahwa tenaga kerja yang tersedia memiliki kompetensi yang sesuai dengan arah perkembangan organisasi.
- Turnover dan Kekosongan Jabatan
Permintaan SDM juga dapat muncul karena adanya karyawan yang mengundurkan diri, pensiun, berpindah jabatan, atau tidak lagi bekerja di perusahaan. Kondisi tersebut menimbulkan kekosongan posisi yang harus segera diisi agar kegiatan organisasi tetap berjalan.
Perusahaan perlu memiliki perencanaan penggantian tenaga kerja agar kekosongan jabatan tidak mengganggu operasional. Selain melakukan rekrutmen dari luar, perusahaan juga dapat mempertimbangkan promosi atau pemindahan karyawan yang sudah memiliki kemampuan sesuai.
- Kebutuhan Kompetensi
Dalam perencanaan SDM, jumlah tenaga kerja bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Kualitas dan kompetensi juga sangat penting. Perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan.
ILO (2024) menekankan pentingnya melihat kebutuhan tenaga kerja berdasarkan keterampilan, tingkat pendidikan, sektor, dan jenis pekerjaan. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi. (ILO)
PENDAPAT PENULIS
Menurut pendapat penulis, permintaan SDM harus dipandang sebagai bagian dari strategi organisasi, bukan hanya sebagai kebutuhan untuk mengisi posisi kosong. Perusahaan perlu mengetahui berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, kompetensi apa yang diperlukan, dan kapan tenaga kerja tersebut dibutuhkan.
Perencanaan yang baik dapat membantu perusahaan menghindari dua kondisi, yaitu kelebihan tenaga kerja dan kekurangan tenaga kerja. Kelebihan tenaga kerja dapat meningkatkan biaya perusahaan, sedangkan kekurangan tenaga kerja dapat menyebabkan beban kerja meningkat dan menurunkan produktivitas.
Selain itu, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen membuat perusahaan harus lebih fleksibel dalam merencanakan kebutuhan SDM. Karyawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, bekerja sama, berkomunikasi, dan mengikuti perkembangan teknologi.
PERENCANAAN SDM SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI ORGANISASI
Perencanaan SDM perlu dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Langkah tersebut dapat dimulai dengan menganalisis kondisi tenaga kerja saat ini, memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di masa depan, menemukan kesenjangan antara tenaga kerja yang tersedia dan yang dibutuhkan, kemudian menentukan tindakan yang diperlukan.
Tindakan tersebut dapat berupa rekrutmen, pelatihan, pengembangan karyawan, promosi, mutasi, atau pengurangan tenaga kerja apabila diperlukan. Dengan cara ini, perusahaan dapat memastikan bahwa tenaga kerja yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan organisasi.
KESIMPULAN
Permintaan SDM dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertumbuhan perusahaan, peningkatan permintaan produk dan jasa, perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, perubahan strategi bisnis, turnover, serta kebutuhan kompetensi.
Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan SDM secara sistematis dan berkelanjutan. Perencanaan SDM yang baik membantu perusahaan menyediakan tenaga kerja dengan jumlah, kompetensi, dan waktu yang tepat. Pada akhirnya, keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menempatkan orang yang tepat, dengan kompetensi yang tepat, pada waktu yang tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Dessler, G. (2020). Human Resource Management (16th ed.). Harlow, England: Pearson. (Pearson)
International Labour Organization (ILO). (2024). Analytical Report: Labour Demand and Labour Market Skills Needs. Cairo: ILO–CAPMAS. (ILO)
Nama Penulis: Firstin Angel Zamasi
NIM: 231010501151
Dosen Pengampu: Rima Handayani, S.E., M.SI.
Mata Kuliah: Perencanaan SDM
Program Studi: Manajemen
Universitas: Universitas Pamulang











