Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dosen Farmasi Uniska Latih Siswa SDIT Al Firdaus Banjarmasin Buat Hand Sanitizer dari Serai

×

Dosen Farmasi Uniska Latih Siswa SDIT Al Firdaus Banjarmasin Buat Hand Sanitizer dari Serai

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026-10-09 at 00.19.10 (1)
Tim dosen Fakultas Farmasi Uniska MAB Banjarmasin bersama siswa SDIT Al Firdaus Banjarmasin dalam kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan serai.

BANJARMASIN – Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan serai (Cymbopogon citratus) di SDIT Al Firdaus Banjarmasin, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mencegah penyakit infeksi di lingkungan sekolah dasar. Pengabdian kepada masyarakat ini diikuti 40 siswa kelas 3 dan 4 yang tergabung dalam tim Dokter Cilik dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Para siswa diharapkan menjadi peer educator yang menularkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada teman-temannya.

Tim pelaksana dipimpin apt. Muliyani, M.Sc., dengan anggota apt. M. Hasan Andryanto, M.Farm. dan apt. Rima Rasida, M.Pharm.Sci.

Anak usia sekolah dasar aktif bergerak dan sering berinteraksi dengan teman sebaya, sehingga rentan tertular penyakit seperti influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit. Penularannya sering terjadi lewat tangan yang terkontaminasi.

Hand sanitizer dinilai bisa menjadi alternatif praktis untuk menjaga kebersihan tangan saat fasilitas cuci tangan tidak terjangkau. Serai dipilih karena mudah ditemukan dan mengandung senyawa aktif seperti sitral, flavonoid, fenolik, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Kegiatan diawali registrasi dan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa.

Materi pencegahan infeksi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disampaikan apt. M. Hasan Andryanto, M.Farm. dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Setelah itu, tim menjelaskan prinsip dasar pembuatan hand sanitizer. Pada sesi praktik, siswa didampingi seluruh tim pelaksana membuat dua jenis sediaan, yaitu hand sanitizer bentuk gel dan bentuk larutan semprot.

Bahan yang digunakan antara lain etanol 96%, infusa serai, gliserol, karbopol, dan trietanolamin. Kegiatan ditutup dengan post-test dan sesi penutup. Selama kegiatan berlangsung, para siswa didampingi dokter UKS dan perawat Meida Lestari Hadi, S.Kep., Ners. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang jelas. Rata-rata skor siswa naik dari 49,1 saat pre-test menjadi 81,0 saat post-test, atau bertambah 31,9 poin.

Proporsi siswa dengan kategori pengetahuan “sangat baik” melonjak dari 22 persen menjadi 70 persen. Siswa pada kategori “kurang”, yang sebelumnya mencapai 50 persen, tidak ada lagi setelah pelatihan. Seluruhnya naik ke kategori yang lebih baik. Kegiatan sempat berlangsung 1,5 jam lebih lama dari jadwal yang disepakati, namun tetap berjalan lancar. Pihak sekolah juga mendukung dengan menyiapkan peserta dan ruangan serta mengawasi jalannya kegiatan.

Harapan ke Depan, Melalui pelatihan ini, tim berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga terampil memanfaatkan bahan alam sekitar sebagai produk kesehatan sederhana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dokumentasi kegiatan dapat disaksikan di kanal YouTube Fakultas Farmasi Uniska:

https://youtu.be/KNRLiNwGhzs