Scroll untuk baca artikel
Nasional

Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery

×

Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery

Sebarkan artikel ini
Picture2dfgfdddd
Imam Budi menjadi narasumber workshop bahaya judi online untuk meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat digital.

Edukasi Update, Jakarta – Judi online telah menjadi salah satu tantangan sosial di era digital. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi hubungan keluarga, kesehatan mental, produktivitas, hingga memicu berbagai persoalan sosial. Di tengah upaya pemerintah dalam memberantas praktik perjudian online, edukasi dinilai memiliki peran penting sebagai langkah pencegahan sekaligus pendukung proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, konten kreator dan edukator Imam Budi secara konsisten mengangkat isu bahaya judi online melalui media sosial, podcast, seminar, serta berbagai forum edukasi. Berbeda dengan pendekatan yang hanya menyoroti kerugian atau kasus-kasus yang viral, ia memilih membahas bagaimana seseorang dapat terjebak dalam kecanduan, mengapa proses berhenti sering kali tidak mudah, dan bagaimana keluarga dapat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Selama ini banyak orang menganggap pecandu judi online hanya kurang niat. Padahal, dari berbagai cerita yang saya dengar, banyak di antara mereka sebenarnya ingin berhenti, tetapi tidak memahami mengapa dorongan untuk kembali berjudi terus muncul. Dari situ saya merasa edukasi harus berbicara lebih dalam,” ujar Imam Budi.

Perjalanan tersebut bermula dari konten-konten edukasi di media sosial yang membahas modus perjudian online, dampaknya terhadap kehidupan, hingga pentingnya membangun kesadaran sejak dini. Seiring waktu, semakin banyak masyarakat yang menghubunginya untuk berbagi pengalaman maupun meminta panduan dalam menghadapi anggota keluarga yang mengalami kecanduan judi online.

Selain aktif membuat konten digital, Imam Budi juga mengembangkan podcast yang menghadirkan kisah nyata para penyintas dan berbagai narasumber untuk memberikan perspektif yang lebih luas mengenai dampak judi online. Menurutnya, cerita nyata mampu membangun empati sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa menghakimi mereka yang sedang berjuang untuk pulih.

Gerakan edukasi tersebut juga dibawa ke berbagai sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan lembaga melalui seminar serta diskusi publik. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas bahaya judi online, tetapi juga literasi digital, pembentukan kebiasaan, pengambilan keputusan, serta pentingnya membangun ketahanan diri di tengah perkembangan teknologi.

Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui jalur akademik. Dalam pendidikan magister (S2), Imam Budi memilih menjadikan fenomena judi online sebagai fokus penelitian tesisnya. Melalui penelitian tersebut, ia mendalami berbagai teori mengenai perilaku manusia, pembentukan kebiasaan, dan proses perubahan perilaku. Baginya, pengalaman lapangan dan kajian akademik saling melengkapi sehingga materi edukasi yang disampaikan memiliki dasar yang lebih kuat.

Berangkat dari pengalaman mendampingi masyarakat serta hasil kajian tersebut, Imam Budi kemudian mengembangkan Brain Recovery, sebuah program edukasi yang membantu peserta memahami proses pemulihan dari kecanduan judi online. Program ini membahas cara kerja otak, pembentukan kebiasaan, pengelolaan pola pikir, regulasi emosi, hingga strategi membangun rutinitas baru yang lebih sehat.

Ia menegaskan bahwa Brain Recovery bukan layanan medis maupun pengganti terapi profesional, melainkan program edukasi yang memberikan pemahaman dan peta jalan bagi peserta dalam menjalani proses perubahan perilaku.

“Tujuan saya bukan menjanjikan kesembuhan instan. Yang ingin saya berikan adalah pemahaman dan sistem. Ketika seseorang memahami prosesnya, ia memiliki peluang yang lebih baik untuk membangun kebiasaan baru dan mempertahankan perubahan tersebut,” jelasnya.

Menurut Imam Budi, penanganan judi online membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Penegakan hukum, regulasi, dukungan keluarga, institusi pendidikan, komunitas, hingga literasi masyarakat harus berjalan beriringan. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap individu yang sedang berusaha pulih karena dukungan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan perubahan.

Memasuki tahun ketiga gerakan edukasinya, Imam Budi berkomitmen untuk terus mengembangkan konten edukasi, podcast, seminar, penelitian, serta Brain Recovery sebagai kontribusi dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya judi online. Ia berharap semakin banyak orang memahami bahwa pencegahan tidak dimulai ketika seseorang telah kehilangan segalanya, melainkan melalui pengetahuan, kesadaran, dan edukasi yang tepat sejak dini.

Baginya, di balik setiap angka statistik judi online terdapat manusia, keluarga, dan masa depan yang layak diperjuangkan. Karena itu, edukasi bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, tangguh, dan mampu mencegah dampak buruk judi online.