Edukasi Update, Yogyakarta, Februari 2026 – Ibu Profesional menyelenggarakan Leader Camp (LC) 2026 sebagai ruang belajar strategis bagi para perempuan pemimpin yang memegang peran kunci dalam ekosistem Ibu Profesional.
Diselenggarakan di kawasan Ledok Sambi, Yogyakarta, selama tiga hari dua malam, Leader Camp ini menjadi fondasi transisi Ibu Profesional dari “for Indonesia” menuju “for the World”, dengan fokus pada penguatan jati diri, nilai, sinergi, dan kesiapan global.
Leader Camp 2026 diikuti 98 perempuan pemimpin yang terdiri dari para pemimpin Yayasan, Sekretariat Jenderal, Hub Leader, Komponen, Program Inovasi, serta puluhan regional Ibu Profesional dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera , Jawa, Kalimantan, Bali, sampai dengan perwakilan Ibu Profesional Asia yang datang dari Singapore.
Mengusung tema “Jejak Bahagia”, seluruh rangkaian dirancang sebagai perjalanan kepemimpinan yang utuh bukan sekadar pelatihan, melainkan proses reflektif, kolaboratif, dan transformatif.
Hari Pertama: Kembali ke Jati Diri dan Arah Bersama
Hari pertama Leader Camp dibuka dengan flashmob kolektif seluruh peserta yang diiringi lagu Gugur Gunung. Momen ini menjadi simbol kuat semangat gotong royong dan peleburan ego peran, sekaligus gerbang bagi para peserta yang disebut Jejaker untuk memasuki proses belajar bersama sebagai satu ekosistem kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Septi Peni Wulandani, Founding Mother Ibu Profesional, menegaskan bahwa perjalanan menuju Ibu Profesional for the World bukan tentang memperbesar organisasi, melainkan memperdalam nilai dan kesadaran kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin Ibu Profesional adalah penjaga arah, bukan sekadar pengelola aktivitas.
Sesi Jejak Syukur mengajak Jejaker merefleksikan peran melalui analogi akar, batang, daun, dan bunga. Mayoritas peserta memilih akar sebagai simbol peran—melambangkan fondasi, jejaring dukungan, dan relasi yang saling menguatkan.
Refleksi ini menjadi pintu masuk untuk memahami keterhubungan antar unit dalam ekosistem Ibu Profesional.
Hari pertama ditutup dengan Jejak Harapan, yang dipandu oleh Dodik Mariyanto. Peserta diajak membaca masa depan Ibu Profesional secara strategis dan menyadari bahwa arah organisasi dibentuk oleh keputusan-keputusan hari ini. Sesi ini menanamkan kesadaran bahwa pemimpin bukan hanya mengelola masa kini, tetapi juga menjaga arah lintas generasi.
Hari Kedua: Menguatkan Nilai, Sinergi, dan Kesiapan Global
Memasuki hari kedua, Leader Camp bergerak dari refleksi menuju penguatan sistem kepemimpinan. Sesi Jejak Kolaborasi mengajak Jejaker mengalami langsung dinamika Wheel Structure melalui simulasi permainan kerja sama. Para peserta merasakan bagaimana peran Hub, Spoke, dan Outer Ring saling bergantung, serta bagaimana kegagalan satu fungsi dapat menghambat keseluruhan sistem.
Pemahaman ini diperdalam oleh Hamidah Rina Mantiri, yang membedakan secara tegas antara kolaborasi dan sinergi. Kerangka tersebut kemudian dihubungkan dengan program BERGEMA, sebuah gerakan kolaboratif nasional yang akan dijalankan serentak di puluhan regional.
Landasan gerak bersama ditegaskan melalui Jejak Nilai, dipandu oleh Endang Prasdianti. Dalam sesi ini, para perempuan pemimpin menguji nilai-nilai Ibu Profesional dalam berbagai dilema kepemimpinan, menegaskan bahwa nilai adalah kompas utama dalam pengambilan keputusan.
Sesi Jejak Mandiri bersama Elva Citra Sari mengajak Jejaker memetakan aset, potensi, serta hambatan di komponen, program inovasi, dan regional. Sesi ini menghasilkan rumusan aksi konkret untuk menggerakkan kekuatan yang sudah dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan.
Menatap langkah global, Jejak Global dipandu oleh Ara Kusuma. Melalui penyusunan vision board dan simulasi presentasi dalam bahasa Inggris, Jejaker berlatih membaca peluang kolaborasi internasional. Antusiasme peserta tampak saat setiap kelompok mempresentasikan visi masa depan Ibu Profesional sebagai ekosistem yang siap dipercaya dunia.
Menjelang penutupan hari, Enes Kusuma mengajak Jejaker meninjau ulang Community Strategic Planning (CSP) dan memperkenalkan indikator kesiapan global sebagai panduan praktis bagi setiap unit.
Hari kedua ditutup dengan Jejak Api, yang dipandu oleh Yani Kasihani, sebuah sesi reflektif yang menjadikan api sebagai simbol nyala semangat dan tanggung jawab kepemimpinan. Dalam suasana khidmat, para Jejaker mengucapkan Ikrar Pemimpin Ibu Profesional bersama Septi Peni Wulandani, meneguhkan komitmen untuk menjalani peran sebagai ibu, istri, dan pemimpin komunitas dengan kesadaran nilai.
Hari Ketiga: Melampaui Rasa Takut dan Merayakan Sinergi
Hari ketiga Leader Camp diisi dengan aktivitas outbound yang menantang fisik dan mental. Para peserta dibagi ke dalam delapan kelompok dan mengikuti berbagai arena challenge secara bergantian—mulai dari flying fox hingga acid pond. Seluruh Jejaker berhasil menaklukkan tantangan demi tantangan, mengalahkan rasa takut yang selama ini hanya menjadi bayangan. Proses ini menjadi metafora kuat bahwa ketika pemimpin berani menghadapi ketakutan, keberanian dan kepercayaan diri akan tumbuh.
Puncak penutupan Leader Camp ditandai dengan peluncuran maskot Homi dan Tarian Homi, yang dibawakan dengan ceria oleh Ratna Palupi sebagai penanda dimulainya gerakan BERGEMA 2026 yang akan bergerak di 50 kota di Indonesia. Maskot dan tarian ini menjadi simbol semangat kebersamaan, keceriaan, dan gerak kolektif Ibu Profesional.
Penutupan semakin semarak dengan smoke bomb berwarna-warni. Setiap peserta membawa warna masing-masing—melambangkan keunikan peran, latar belakang, dan kekuatan personal—yang kemudian berpadu indah saat dilepaskan bersama. Simbol ini menegaskan bahwa selama tiga tahun masa kepengurusan, para pemimpin Ibu Profesional akan bergerak dalam harmoni, saling menguatkan dalam satu ekosistem.
Leader Camp Ibu Profesional 2026 ditutup dengan penuh makna dan harapan. Sebuah perjalanan kepemimpinan telah dimulai—bukan sebagai individu yang berjalan sendiri, melainkan sebagai perempuan pemimpin yang siap belajar, bersinergi, dan meluaskan dampak.
Sampai jumpa di Leader Camp berikutnya.











