Serang, 19 Agustus 2026 Universitas Terbuka (UT) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memperkuat kapasitas Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mencegah dan menangani bullying di satuan pendidikan melalui pendekatan well-being dan nilai-nilai Kurikulum CINTA.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pencegahan Bullying Berbasis Well-Being dan Nilai Kurikulum CINTA” tersebut dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di MAN 1 Serang. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Universitas Terbuka, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Aliyah (MA) Nasional, serta MGBK Provinsi Banten dalam meningkatkan kompetensi profesional Guru BK.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala MAN 1 Serang, Ketua MGBK MA Nasional, Ketua MGBK MA Provinsi Banten, tim monitoring dan evaluasi Universitas Terbuka, Dosen UT Serang, para Guru BK yang tergabung dalam MGBK, serta Tim PKM Universitas Terbuka.
Kegiatan dipandu oleh Dr. Prima Dwi Yuliani, M.Pd. Acara kemudian diawali dengan sambutan dari Ketua PKM Universitas Terbuka, Sari Wardani Simarmata, M.Pd. Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala MAN 1 Serang, Dr. Momon Andriwinata, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. Momon Andriwinata, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan PKM Universitas Terbuka yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan MGBK MA Nasional dan MGBK Provinsi Banten. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Terbuka serta berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang.
Materi kegiatan menghadirkan Siti Kulsum, S.Psi., M.Pd., selaku Ketua MGBK MA Nasional, serta Dr. Dony Darma Sagita, M.Pd., Kons. dan Sari Wardani Simarmata, M.Pd. Ketiga pemateri memberikan penguatan kepada Guru BK mengenai strategi pencegahan bullying dengan mengintegrasikan perspektif well-being dan nilai-nilai Kurikulum CINTA.
Pembahasan tidak hanya menekankan pentingnya pencegahan bullying, tetapi juga membekali Guru BK dengan perspektif dan cara menyikapi berbagai kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Pendekatan berbasis well-being diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman, positif, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Ketua MGBK Provinsi Banten A.M. Masruri, S.Psi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Terbuka atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan Guru BK di lapangan dan diharapkan dapat menjadi awal dari keberlanjutan kerja sama antara Universitas Terbuka dan MGBK dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik dalam penguatan kompetensi Guru BK maupun dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Terbuka menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas pendidik dan pengembangan praktik pendidikan yang responsif terhadap berbagai tantangan di satuan pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung kesejahteraan peserta didik.











