Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Mencegah Investasi Bodong Lewat Literasi: Seminar Nasional STIE YPUP Gandeng BEI dan Sekuritas Korea

×

Mencegah Investasi Bodong Lewat Literasi: Seminar Nasional STIE YPUP Gandeng BEI dan Sekuritas Korea

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026-05-21 at 12.56.11

Edukasi Update, Makassar, 21/5/2026 – Maraknya kasus investasi bodong yang merugikan masyarakat menjadi perhatian serius dunia pendidikan tinggi. STIE YPUP Makassar bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Selatan dan Korea Investment & Sekuritas menggelar seminar nasional bertajuk “Sinergi Bela Negara, Literasi Investasi, dan Peran Kampus dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional di Era Digital” pada Kamis (21/5/2026) di Gedung Abdul Rahim YPUP, Jl. Andi Tonro No. 17 Makassar.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber di bidang investasi, yaitu Achmad Irfan Ibrahim selaku Deputi Kepala Wilayah BEI KP Sulsel dan Suryadi Ilham selaku Marketing Officer Korea Investment & Sekuritas. Kehadiran mereka disambut antusias oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi ekonomi, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua STIE YPUP, Harry Yulianto menegaskan bahwa rendahnya literasi keuangan menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh pelaku investasi ilegal. “Banyak masyarakat tergiur iming-iming return tinggi tanpa memahami risikonya. Seminar ini adalah bagian dari gerakan literasi massal agar masyarakat tidak mudah terjebak investasi bodong,” ujarnya.

Achmad Irfan Ibrahim mengungkapkan bahwa BEI terus menggencarkan edukasi pasar modal terutama kepada generasi muda. “Investasi yang benar bukanlah skema cepat kaya, tetapi proses panjang yang membutuhkan pemahaman tentang fundamental perusahaan, risiko pasar, dan regulasi yang jelas. Melalui kolaborasi dengan kampus seperti STIE YPUP, kami ingin membangun ekosistem investasi yang sehat dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Suryadi Ilham dari Korea Investment & Sekuritas menyoroti pentingnya memilih mitra investasi yang telah terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Banyak investasi bodong yang menyamar sebagai sekuritas atau reksa dana. Ciri-cirinya mudah dikenali: janji return tetap dan tinggi, tanpa risiko, serta tidak ada izin resmi. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat agar berinvestasi secara legal dan cerdas,” tegasnya.

Selain menghadirkan praktisi pasar modal, seminar ini juga mengangkat aspek bela negara dan peran kampus. Narasumber lainnya yakni Helmy Syamsuri (Wakil Ketua I STIE YPUP) dan Kolonel Wahyu Yunus (Kasdim 1408 Kodim Makassar) menekankan bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak akan terwujud jika masyarakat masih menjadi korban investasi ilegal.

“Bela negara di era digital salah satunya adalah melindungi aset bangsa dengan cara tidak menggerus perekonomian lewat praktik investasi palsu. Kampus harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi melek investasi,” ujar Kolonel Wahyu.

Helmy Syamsuri menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam mencetak mahasiswa yang melek investasi. “STIE YPUP berkomitmen untuk mengintegrasikan literasi keuangan digital ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Kami tidak ingin mahasiswa hanya pintar teori ekonomi, tetapi butuh praktik saat memasuki dunia investasi,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab dan konsultasi investasi langsung dari perwakilan BEI dan Korea Investment & Sekuritas. Para peserta mendapatkan pemahaman tentang cara mengecek legalitas produk investasi melalui portal OJK serta simulasi pembukaan rekening efek.

Salah satu peserta, mengaku terbantu dengan adanya seminar ini. “Selama ini saya ragu mau investasi karena takut salah pilih. Sekarang saya tahu harus mulai dari mana dan bagaimana membedakan investasi bodong dengan yang resmi,” tuturnya.

Ketua STIE YPUP berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala, tidak hanya di kampus tetapi juga menjangkau masyarakat umum. “Kolaborasi dengan BEI dan sekuritas Korea ini baru langkah awal. Ke depan, kami akan membuka layanan konsultasi investasi gratis bagi warga sekitar kampus sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” pungkas Harry.

Seminar nasional ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia pendidikan, regulator pasar modal, dan perusahaan sekuritas mampu menciptakan ekosistem literasi investasi yang kuat, serta menjadi benteng efektif dalam mencegah kerugian akibat investasi bodong.