Edukasi Update, Makassar, Senin (11/5/2026) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP (STIE YPUP) Makassar resmi menandatangani kontrak hibah penelitian Bantuan Inovasi Mahasiswa dan Akademisi (BIMA) Tahun Anggaran 2026 di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Senin (11/5/2026). Penandatanganan ini menandai kesiapan kampus mencetak riset inovatif yang berdampak langsung pada pengembangan ekonomi dan kewirausahaan di Sulawesi Selatan.
Prosesi penandatanganan dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. H. Andi Lukman, dan dihadiri para pimpinan perguruan tinggi swasta penerima hibah. Dari STIE YPUP, hadir Ketua Harry Yulianto, Wakil Ketua I Helmy Syamsuri, Wakil Ketua II Astuty Hasti, serta Ketua LPPM Muh. Fuad Randy. Keempat dosen peneliti STIE YPUP tersebut berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan pada skema Penelitian Dosen Pemula maupun Penelitian Fundamental.
Ketua STIE YPUP, Harry Yulianto, menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas capaian itu. “Kami sangat bangga karena tahun ini STIE YPUP kembali dipercaya mendapatkan hibah BIMA. Ini bukan sekadar hibah, melainkan amanah untuk berkontribusi menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, khususnya dalam penerapan model bisnis digital bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya seusai acara. Ia menambahkan, riset yang akan dilakukan diarahkan agar menghasilkan kebijakan dan solusi yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menekankan pentingnya relevansi riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat. “Program BIMA mendorong dosen dan mahasiswa untuk tidak berhenti di publikasi, tetapi juga menghasilkan kebijakan maupun produk inovatif. Kami harap penerima hibah bisa menjadi contoh ekosistem riset yang produktif,” katanya. Ia turut mengingatkan agar seluruh penerima hibah menjaga integritas dan mematuhi batas akhir pelaporan pertanggungjawaban.
Penandatanganan kontrak sekaligus menjadi momentum kick-off pelaksanaan riset di lapangan. Keempat penelitian dari STIE YPUP dijadwalkan mulai melakukan survei baseline pada Mei 2026 dengan melibatkan mahasiswa sebagai asisten peneliti. “Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami bertekad memanfaatkan hibah BIMA 2026 sebaik-baiknya guna memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi serta menjawab tantangan ekonomi digital di kawasan timur Indonesia,” pungkas Harry Yulianto.











