MOJOKERTO – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan transformasi industri berbasis teknologi, kemampuan coding mulai menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting untuk dipelajari sejak usia dini. Tidak hanya sebagai bekal menghadapi masa depan, kemampuan coding juga dinilai mampu melatih logika berpikir, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan komunikasi anak.
Melihat kebutuhan tersebut, Pondok Koding bersama CV Nava Dhanarama Indonesia menghadirkan berbagai program edukasi teknologi yang dirancang khusus untuk anak-anak dan remaja. Salah satu program yang saat ini menjadi perhatian adalah penyelenggaraan Scratch Competition 2026, sebuah kompetisi kreatif berbasis coding yang ditujukan bagi siswa SD hingga SMP.

Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi mereka melalui karya digital yang dibuat menggunakan platform Scratch.
Mendorong Anak Menjadi Pencipta Teknologi
Pendiri Pondok Koding, Dian Nugroho, menjelaskan bahwa tujuan utama pembelajaran coding bukan semata-mata mengajarkan anak menulis kode program, melainkan membangun pola pikir kreatif dan kemampuan berpikir terstruktur.
Menurutnya, anak-anak saat ini hidup di era digital yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka tumbuh bersama internet, perangkat pintar, dan teknologi AI yang terus berkembang.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja teknologi dan bahkan menciptakan solusi digital mereka sendiri. Coding adalah salah satu sarana terbaik untuk melatih pola pikir tersebut sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran di Pondok Koding menggunakan metode project-based learning, yaitu pembelajaran berbasis proyek nyata. Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi langsung mempraktikkan ilmu yang dipelajari dengan membuat karya digital.
Berbagai proyek yang telah dihasilkan siswa antara lain game edukasi, game petualangan, aplikasi sederhana, animasi interaktif, hingga proyek berbasis web yang dapat dijadikan portofolio digital.

Scratch Competition 2026 Jadi Ajang Unjuk Kreativitas
Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran teknologi yang lebih aktif, Pondok Koding dan CV Nava Dhanarama Indonesia menyelenggarakan Scratch Competition 2026 dengan tema “Code The Future”.
Tema tersebut dipilih untuk mengajak peserta membayangkan dan menciptakan masa depan melalui teknologi, kreativitas, serta kemampuan pemrograman.
Dalam kompetisi ini, peserta dapat membuat karya dalam bentuk:
- Game interaktif
- Animasi edukasi
- Cerita interaktif
Seluruh karya dikembangkan menggunakan Scratch, platform pemrograman visual yang banyak digunakan di berbagai negara sebagai media pembelajaran coding bagi anak-anak.
Kompetisi dibagi menjadi tiga kategori usia:
- Lower (Kelas 1–3 SD)
- Upper (Kelas 4–6 SD)
- Teens (Kelas 1–3 SMP)
Dengan pembagian kategori tersebut, setiap peserta dapat bersaing secara lebih adil sesuai tingkat perkembangan dan kemampuan masing-masing.
Tidak Hanya Menilai Hasil Akhir
Berbeda dengan kompetisi yang hanya berfokus pada hasil akhir, Scratch Competition 2026 juga memberikan perhatian pada proses berpikir dan kemampuan peserta dalam menjelaskan karya yang dibuat.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama, yaitu:
- Kesesuaian dengan tema
- Kreativitas dan orisinalitas
- Fungsi serta interaktivitas
- Pemrograman dan logika kode
- Desain dan estetika
- Presentasi serta penjelasan proyek
Selain mengirimkan tautan proyek Scratch, peserta juga diwajibkan membuat video presentasi yang menjelaskan ide, proses pembuatan, dan cara kerja proyek mereka.
Menurut panitia, pendekatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi dan presentasi yang juga menjadi keterampilan penting di era modern.
Kompetisi Terjangkau dan Edukatif
Salah satu keunggulan Scratch Competition 2026 adalah biaya pendaftaran yang relatif terjangkau.
Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 per peserta, seluruh peserta akan memperoleh berbagai manfaat edukatif, antara lain:
- E-Sertifikat Peserta
- Medali Digital Peserta
- Feedback dari juri
- Portofolio digital proyek
- Kesempatan publikasi karya
Sementara peserta terbaik pada masing-masing kategori akan memperoleh penghargaan khusus sesuai ketentuan panitia.
Konsep ini dirancang agar kompetisi tidak hanya berfokus pada pencarian juara, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi seluruh peserta.
Pondok Koding Fokus pada Pendidikan Teknologi Masa Depan
Didirikan pada tahun 2025, Pondok Koding hadir sebagai pusat pembelajaran teknologi yang berlokasi di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Meski tergolong baru, lembaga ini memiliki visi yang jelas, yaitu membantu anak-anak Indonesia mengembangkan keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Program yang diajarkan tidak hanya terbatas pada Scratch Programming, tetapi juga mencakup berbagai bidang teknologi modern, seperti:
- Roblox Studio
- Artificial Intelligence (AI)
- Web Programming
- Robotik
- Pengembangan aplikasi digital
Materi pembelajaran disusun secara bertahap sesuai usia dan kemampuan peserta sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman sekaligus tetap tertantang untuk berkembang.
Pendekatan tersebut menjadikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang dapat menjadi bagian dari portofolio mereka.
Dukungan CV Nava Dhanarama Indonesia
Penyelenggaraan berbagai program edukasi teknologi ini tidak lepas dari dukungan CV Nava Dhanarama Indonesia.
Sebagai badan usaha yang bergerak di bidang pengembangan teknologi, pendidikan, dan inovasi digital, CV Nava Dhanarama Indonesia memiliki komitmen untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan berbasis teknologi.
Perusahaan ini mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan memperluas akses pembelajaran teknologi, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Melalui kolaborasi dengan Pondok Koding, CV Nava Dhanarama Indonesia berharap dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas, inovasi, dan semangat berkarya.
“Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Dengan mengenalkan teknologi sejak dini, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi generasi yang mampu beradaptasi dan bersaing di masa depan,” ungkap perwakilan manajemen.
Menjawab Tantangan Era AI
Perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, bisnis, industri kreatif, hingga layanan publik.
Kondisi tersebut membuat keterampilan digital semakin dibutuhkan.
Menurut Dian Nugroho, kemampuan menggunakan teknologi secara produktif akan menjadi pembeda penting di masa depan.
Karena itu, pembelajaran coding tidak lagi dipandang sebagai keterampilan khusus bagi calon programmer, melainkan sebagai bagian dari literasi digital modern yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
“Anak-anak yang belajar coding tidak harus menjadi programmer. Namun mereka belajar cara berpikir logis, menyusun solusi, dan membangun kreativitas. Keterampilan ini akan bermanfaat di bidang apa pun yang mereka pilih nanti,” jelasnya.
Membangun Ekosistem Teknologi di Mojokerto
Ke depan, Pondok Koding dan CV Nava Dhanarama Indonesia menargetkan dapat menjangkau ratusan siswa serta memperluas berbagai program edukasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain kegiatan pembelajaran reguler, berbagai agenda seperti kompetisi, workshop, seminar teknologi, pameran karya siswa, dan pelatihan berbasis proyek juga direncanakan untuk terus dikembangkan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan teknologi di Mojokerto sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka.
Melalui Scratch Competition 2026 dan berbagai program pembelajaran yang dijalankan, Pondok Koding bersama CV Nava Dhanarama Indonesia ingin menunjukkan bahwa pendidikan teknologi dapat diakses secara lebih luas, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Bagi masyarakat yang sedang mencari tempat belajar coding untuk anak, keberadaan program berbasis proyek yang menggabungkan coding, AI, robotik, Roblox Studio, dan pengembangan aplikasi menjadi alternatif pendidikan yang menarik untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital yang terus berkembang.











