ACEH — Rahmat, lebih dikenal sebagai Om BYY di kalangan penggemar game Free Fire, menapaki jalan yang panjang dan berliku sebelum akhirnya mencapai posisi sebagai salah satu kreator gaming ternama asal Aceh. Perjalanan pria 29 tahun asal Aceh Timur itu memuat momen jatuh-bangun: dicemooh karena “sibuk main game”, bekerja di luar negeri, melejit di platform video, meraih penghargaan YouTube, dan bahkan menghadapi masa ketika akunnya diblokir.
Awal karier dan cemoohan kampung
Rahmat memulai merintis dunia konten pada 2021. Saat itu, hidupnya di desa dipenuhi cibiran dari teman-teman yang menilai hobinya bermain game sebagai kegiatan yang tidak menghasilkan. “Di kampung saya selalu dikatain sama temen-temen saya sibuk main game dan tidak bekerja,” ujar Rahmat mengenang. Cemoohan ini justru menjadi bahan bakar motivasi baginya untuk membuktikan bahwa bermain game bisa menjadi profesi nyata.
Kerja di Malaysia, belajar konten di waktu senggang
Pada 2022, Rahmat merantau ke Malaysia dan bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Di sela waktu luang usai pulang kerja, ia mulai menonton banyak konten Free Fire di TikTok dan YouTube. Pada periode tersebut, popularitas Free Fire sedang mencapai puncaknya, sehingga Rahmat melihat peluang untuk mencoba membuat konten sendiri. “Pas pulang kerja gabut, sering nonton TikTok tentang game Free Fire… dari situlah saya belajar ngonten,” katanya.
Konsep konten yang tepat: dari konten ‘bucin’ ke komedi gaming
Konten awal Rahmat sempat viral karena seri ‘bucin’ bersama tiga perempuan, yang menarik perhatian banyak pemirsa. Namun, beberapa bulan kemudian ia mengganti konsep menjadi konten game dengan nuansa lucu—sering tertawa lepas sampai dijuluki “ketawa keramat”. Perubahan gaya ini terbukti efektif: jumlah pengikutnya meroket ke ratusan ribu. Tawaran endorsement pun mulai berdatangan dari beberapa agency, memberikan penghasilan tambahan yang menguatkan tekadnya untuk fokus berkarya.
Mengambil keputusan besar: berhenti kerja dan fokus berkonten
Keberhasilan awal mendorong Rahmat mengambil keputusan berani pada 2024: tidak melanjutkan pekerjaan di Malaysia dan pulang ke Aceh untuk menjadi content creator secara penuh. Ia mulai rutin live-streaming, mengunggah video tiap hari, dan mengoptimalkan interaksi dengan penonton. “Alhamdulillah makin banyak endors yang saya dapatkan, bisa beli apa yang saya ingin kan dari lama,” ucapnya. Hasilnya nyata—Rahmat mampu membeli motor, ponsel, PC untuk live streaming, bahkan melakukan liburan yang sebelumnya sulit ia lakukan.
Puncak prestasi: Silver Play Button dan ratusan ribu subscriber
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Rahmat adalah mendapatkan Silver Play Button dari YouTube sebagai tanda penghargaan untuk kanal yang mencapai 100.000 subscriber. Momen tersebut bukan hanya simbol angka, melainkan pengakuan bahwa usaha konsistennya untuk menghasilkan konten berkualitas mendapat tempat di hati penonton. Prestasi ini menggambarkan transformasi dari pemuda yang dicemooh menjadi kreator yang dihargai.
Drama pemblokiran akun
Tidak semua perjalanan mulus. Di puncak popularitas, Rahmat mengalami masa sulit ketika akunnya sempat diblokir—sebuah pengalaman yang mengguncang mental dan finansialnya. Pemblokiran itu memutus akses ke pendapatan dan pengikut yang sudah dibangun dengan susah payah. Meski demikian, Rahmat memilih untuk tidak menyerah. Ia kembali membangun kanal baru, beradaptasi dengan kebijakan platform, dan berusaha menjaga kualitas serta konsistensi kontennya. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting tentang pentingnya diversifikasi platform dan mematuhi pedoman komunitas.
Dampak dan inspirasi bagi komunitas
Kisah Om BYY memberi inspirasi bagi banyak anak muda di Aceh dan luar daerah bahwa kerja keras, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi dapat mengubah stigma negatif menjadi prestasi konkret. Dari cemoohan teman kampung hingga penghargaan internasional digital, perjalanan Rahmat menunjukkan bahwa profesi kreator konten kini layak dihitung sebagai sumber penghidupan yang sah.
Ke depan, Rahmat berencana terus mengembangkan kualitas konten, menjalin kolaborasi lebih luas, dan membantu talenta muda lokal untuk menembus industri gaming. “Saya berharap bisa jadi motivasi buat anak-anak di kampung, bahwa kalau konsisten dan belajar, game bisa jadi jalan hidup,” tutupnya.











