Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema Strengthening Community Engagement Dissemination through Strategic Partnerships and Good Governance for Global University Reputation. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli 2026 di Hotel Ayani Banda Aceh ini menjadi bagian dari strategi USK dalam memperkuat implementasi SDGs 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) sekaligus meningkatkan kualitas evidence untuk Times Higher Education (THE) Impact Rankings.
FGD diikuti oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua dan tim SDGs, dosen, serta tenaga kependidikan. Selain meningkatkan pemahaman mengenai indikator THE Impact Rankings, kegiatan ini juga menjadi forum untuk memperkuat koordinasi, tata kelola, dan penyusunan evidence yang berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi global Universitas Syiah Kuala.
Komitmen USK terhadap Tata Kelola Berkelanjutan
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Direktorat Pendidikan dan Administrasi Akademik (DPAA) USK, Prof. Dr. Mailizar, S.Pd., M.Ed. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi bereputasi global dibangun melalui tata kelola yang baik, kemitraan yang kuat, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, THE Impact Rankings tidak hanya mengukur kinerja akademik, tetapi juga kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola institusi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Peringkat internasional bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana Universitas Syiah Kuala memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi Sustainable Development Goals. Ketika dampak tersebut terdokumentasi secara sistematis dan berkualitas, reputasi global akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Prof. Mailizar.
Sesi pertama menghadirkan Eny Widiya Astuti, S.TP., M.Si., Asisten Direktur Kajian Strategis Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University, yang memaparkan strategi penguatan community engagement dan strategic partnerships dalam meningkatkan dampak universitas melalui THE Impact Rankings.
Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan pemerintah, industri, organisasi masyarakat, dan mitra internasional, serta memastikan seluruh program terdokumentasi dengan baik melalui kebijakan, website resmi, laporan tahunan, dan berbagai bentuk evidence yang memenuhi standar internasional.
Pada sesi berikutnya, Dr. Gholib, S.Pt., M.Si., Kepala Subdirektorat Reputasi USK, memaparkan capaian, tantangan, dan roadmap peningkatan kinerja USK pada THE Impact Rankings. Menurutnya, hampir seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola telah berkontribusi terhadap SDGs. Tantangan utama saat ini adalah meningkatkan kualitas dokumentasi dan evidence agar mampu menunjukkan dampak nyata yang dihasilkan universitas.
“Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk meningkatkan peringkat, tetapi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Universitas Syiah Kuala memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi Sustainable Development Goals,” jelas Dr. Gholib.
Workshop Evidence dan Penyusunan Action Plan
Pada sesi siang, peserta mengikuti workshop penyusunan evidence THE Impact Rankings yang berfokus pada identifikasi indikator, penyusunan narasi, pengelolaan dokumentasi, publikasi melalui website resmi, serta proses review evidence sesuai standar internasional.
Workshop diakhiri dengan penyusunan Action Plan sebagai tindak lanjut kegiatan. Beberapa rekomendasi yang dihasilkan meliputi:
- memperkuat koordinasi pengumpulan evidence lintas fakultas dan unit kerja;
- meningkatkan kualitas dokumentasi dan publikasi melalui website bilingual;
- memperluas kemitraan dengan pemerintah, industri, organisasi masyarakat, dan mitra internasional;
- mengintegrasikan implementasi SDGs dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola universitas; serta
- memastikan seluruh kebijakan dan program terdokumentasi secara sistematis sebagai.
Kegiatan ini secara langsung mendukung implementasi SDG 16 melalui penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis evidence, serta SDG 17 melalui peningkatan kemitraan strategis dan kapasitas sivitas akademika dalam penyusunan evidence THE Impact Rankings.
Melalui FGD ini, Universitas Syiah Kuala kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi Sustainable Development Goals sebagai bagian dari transformasi menuju universitas yang berdampak. Dengan tata kelola yang baik, kemitraan yang berkelanjutan, serta budaya dokumentasi berbasis evidence, USK optimistis dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat reputasi global.











