Jakarta — Pelantikan pengurus OSIS dan MPK SMP Labschool Cibubur pada momentum peringatan 17 Agustus menandai berakhirnya masa jabatan pengurus lama dan dimulainya kepengurusan baru untuk periode 2026–2027. Dari 71 calon anggota yang terpilih, nama Githa Shaquila Azzahra muncul sebagai Ketua Umum MPK, menggantikan 66 pengurus yang telah menyelesaikan masa tugas. Terpilihnya Githa merupakan hasil proses seleksi panjang yang mengutamakan kualitas kepemimpinan, integritas, dan visi program kerja.
Proses seleksi yang diterapkan sekolah terdiri atas beberapa tahapan: penyerahan visi misi, penilaian keterampilan organisasi, uji paparan program kerja, serta penilaian karakter dan komitmen melalui observasi kegiatan ekstrakurikuler. Selain aspek akademis dan keterampilan organisasi, kesiapan fisik juga menjadi bagian dari tradisi pelantikan melalui acara LALINJU (Lari Lintas Juang). Untuk tingkat SMP, peserta menempuh rute 8 km dari Taman Rekreasi Wiladatika menuju SMP Labschool Cibubur setelah menjalani masa latihan selama dua minggu.
Githa, 13 tahun, siswa kelas 8, menonjol tidak hanya karena persiapan fisiknya tetapi juga karena penyusunan program kerja yang realistis dan berfokus pada kesejahteraan siswa. Dalam sambutannya usai pelantikan, Githa menyatakan komitmen untuk menjadikan MPK dan OSIS sebagai “wadah kolaborasi yang berintegritas dan penuh empati.” Ia menekankan peran organisasi siswa sebagai penghubung antara aspirasi siswa dan kebijakan sekolah, serta alat untuk meningkatkan kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan penguatan karakter inklusif.
Kesepakatan internal kepengurusan baru memilih nama PANCADASA RAKSHA DHINAKARA (CAKRA) sebagai identitas organisasi periode 2026–2027. Makna nama tersebut—pemimpin angkatan 15 yang melindungi, bersinar, serta membawa manfaat—menjadi pedoman nilai bagi program kerja yang dirancang. Rencana kerja awal yang disiapkan tim kepengurusan mencakup program penghijauan sekolah, pembentukan kelompok literasi untuk meningkatkan minat baca siswa, serta kampanye disiplin yang berbasis edukasi dan penghargaan.
Pembina dan guru menyambut baik terpilihnya Githa dan timnya. Mereka menilai bahwa kombinasi kemampuan komunikasi, visi yang jelas, dan kesiapan bekerja sama membuat kepengurusan ini berpeluang merealisasikan program yang berdampak. Kepala sekolah menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah untuk memfasilitasi inisiatif siswa, baik dalam bentuk bimbingan teknis maupun ruang partisipasi yang terstruktur.
Acara LALINJU yang menjadi bagian ritus pelantikan memiliki fungsi ganda: sebagai simbol pengujian ketahanan fisik dan sebagai wahana memperkuat solidaritas antar calon pengurus. Untuk tingkat SMA Labschool Cibubur, rute menempuh 17 km dari Taman Makam Pahlawan Kalibata; sementara untuk SMP rute lebih pendek yakni 8 km dari Wiladatika. Kegiatan ini menegaskan nilai-nilai sportifitas, kerja tim, dan ketekunan—nilai yang dianggap penting dalam pembentukan karakter pemimpin muda.
Terpilihnya Githa Shaquila Azzahra mencerminkan kecenderungan sekolah untuk mendorong kepemimpinan berbasis kolaborasi dan empati. Dengan dukungan pembina, guru, dan partisipasi aktif siswa, periode kepengurusan PANCADASA RAKSHA DHINAKARA (CAKRA) diharapkan dapat menghadirkan inisiatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Githa sendiri menegaskan bahwa prioritasnya adalah mewujudkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah, sambil terus membuka ruang dialog agar setiap suara didengar.











