Edukasi Update, Takalar — Program pengolahan limbah ternak sapi dan kambing di kawasan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Kabupaten Takalar, menunjukkan hasil positif dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan. Kegiatan ini menyasar 20 orang peternak mitra yang selama ini menghadapi persoalan penumpukan limbah ternak dengan volume mencapai sekitar 300–500 kilogram per hari.
Sebelum program dilaksanakan, limbah ternak umumnya hanya ditumpuk di sekitar kandang atau dibuang ke lahan terbuka. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan populasi lalat, serta berpotensi memicu pencemaran lingkungan dan emisi gas metana. Melihat kondisi itu, program pengabdian ini hadir dengan pendekatan pengolahan limbah terpadu berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, limbah ternak diolah menjadi pupuk organik padat melalui metode pengomposan aerob, serta pupuk organik cair melalui fermentasi anaerobik terkontrol menggunakan drum tertutup. Selain penyediaan sarana produksi, para peternak juga mendapatkan pelatihan teknis berbasis praktik langsung atau learning by doing, mulai dari pemilahan bahan baku, pencampuran aktivator, pengawasan proses fermentasi, hingga pengemasan produk.
Tidak hanya aspek teknis, program ini juga memperkuat kapasitas mitra dalam manajemen usaha. Peserta dibekali penyusunan SOP produksi, pencatatan keuangan sederhana, hingga perhitungan harga pokok produksi agar hasil olahan limbah memiliki nilai ekonomi dan peluang pemasaran yang lebih baik. Dengan demikian, pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai sumber usaha produktif bagi masyarakat.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas yang signifikan. Tingkat pemahaman dan keterampilan teknis mitra meningkat dari 25 persen pada kondisi awal menjadi 85 persen setelah pelatihan. Selain itu, sekitar 50 persen limbah harian kelompok telah berhasil diolah menjadi produk yang bernilai tambah. Fasilitas pendukung seperti bak pengomposan, drum fermentasi, alat pengemas, serta demplot edukasi juga telah tersedia di kawasan PPLH Puntondo.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah ternak berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya di Kabupaten Takalar. Selain memberikan dampak lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini juga membuka peluang penguatan ekonomi lokal melalui usaha produksi pupuk organik secara kolektif dan berkelanjutan.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya masyarakat mitra di PPLH Puntondo yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian program. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Program Pengabdian Kepada Masyarakat PNBP UNM Tahun 2026 atas dukungan dan fasilitasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.











