Scroll untuk baca artikel
Daerah

Edukasi Lingkungan: Mengenal Jenis dan Waktu Penguraian Sampah Plastik di Desa Harjowinangu

×

Edukasi Lingkungan: Mengenal Jenis dan Waktu Penguraian Sampah Plastik di Desa Harjowinangu

Sebarkan artikel ini
Picture1rtyu
Mahasiswa KKN Kelompok 54 Universitas Muhammadiyah Semarang memasang Plang Informasi Sampah Terurai di Desa Harjowinangun. (Sumber: Dokumentasi Pribadi).

GROBOGAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 54 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melaksanakan program kerja edukasi lingkungan melalui pemasangan Plang Informasi Sampah Terurai di Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian KKN yang berlangsung pada 29 Juli hingga 27 Agustus 2026.

Program kerja kelompok ini dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 dengan memasang dua unit plang informasi di Lapangan Dusun Bulu dan sekitar jembatan Dusun Dangi. Pemasangan plang ditujukan sebagai media edukasi yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai jenis sampah dan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk terurai.

Kegiatan tersebut melibatkan anggota KKN Kelompok 54, yaitu Ar Ranniry Julyanth Nur Poetra Haryawan, Muhammad Ainun Najib, Mohammad Revin Indiyanto, Gigih Darmawan, Amelia Widyadhari Putri, Yogi Noviyana, Ernanda Nur Latifah, Selvia Pramudya, Salwa Asma’atul Khusnawati, Pegi Dwi Septiani, Putri Enggal Rahayu, dan Hasna Alya Nabila. Para anggota turut terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan pemasangan program kerja di lokasi yang telah ditentukan.

Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan dan berkoordinasi untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. Dari hasil pengamatan, masih ditemukan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya serta perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai jenis sampah, khususnya sampah plastik dan waktu penguraiannya.

Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa menyusun materi edukasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk plang informasi. Materi dibuat menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat dan dapat menjadi pengingat yang bisa dilihat secara berulang dalam aktivitas sehari-hari.

Dua plang tersebut ditempatkan di lokasi yang dinilai strategis, yakni Lapangan Dusun Bulu dan sekitar jembatan Dusun Dangi. Pemilihan lokasi mempertimbangkan tingkat aktivitas masyarakat serta kondisi lingkungan di sekitarnya yang masih ditemukan sampah, termasuk di sekitar area aktivitas warga dan aliran sungai.

Plang informasi memuat perkiraan waktu penguraian beberapa jenis sampah yang sering dijumpai. Informasi tersebut mencakup styrofoam, botol plastik, kaleng minuman, dan kemasan minuman. Berdasarkan informasi yang dicantumkan pada plang, botol plastik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 500 tahun untuk terurai, kaleng minuman sekitar 200 tahun, sedangkan kemasan minuman sekitar 20 tahun.

Selain informasi mengenai waktu penguraian, plang juga dilengkapi pesan edukatif yang mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Keberadaan plang diharapkan dapat menjadi media informasi sekaligus pengingat bagi masyarakat mengenai dampak sampah terhadap lingkungan.

Program kerja tersebut juga dilengkapi dengan penyediaan tong sampah organik dan anorganik. Fasilitas ini disediakan agar edukasi yang diberikan melalui plang dapat diterapkan secara langsung melalui kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya.

Melalui pemasangan plang dan penyediaan fasilitas pemilahan sampah, mahasiswa KKN berharap program kerja tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Harjowinangun. Selain menambah pengetahuan mengenai sampah, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan serta pengelolaan sampah di lingkungan desa secara lebih bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi yang dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan masyarakat. Dengan adanya informasi mengenai waktu penguraian sampah, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahwa setiap jenis sampah memiliki karakteristik berbeda dan membutuhkan penanganan yang sesuai.

Keberadaan plang informasi dan tong sampah juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Program tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat Desa Harjowinangun untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta membiasakan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.