Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Inovasi Pembelajaran Literasi oleh KKN Tematik Kelompok 39 melalui Storytelling, Read Aloud, dan Proyek Buku di Cicurug

×

Inovasi Pembelajaran Literasi oleh KKN Tematik Kelompok 39 melalui Storytelling, Read Aloud, dan Proyek Buku di Cicurug

Sebarkan artikel ini
Picture4dytrrrr
Dokumentasi kegiatan(Sumber: Dock Pribadi)

Sukabumi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 39 Universitas Padjadjaran Tahun 2026 melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Implementasi Program Literasi Berbasis Komunitas melalui Kolaborasi Taman Bacaan Masyarakat dan Sekolah di Kelurahan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.” Program ini berada di bawah bimbingan Dr. Eka Purna Yudha, S.P., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta didukung oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) sebagai bagian dari implementasi KKN Tematik Literasi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), sekolah, pemerintah setempat, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan budaya literasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Literasi pada masa kini tidak lagi dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah pengetahuan, mengevaluasi berbagai sumber informasi, serta mengomunikasikan gagasan secara efektif.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kemampuan literasi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini agar masyarakat mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di masa depan. Atas dasar tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 39 merancang serangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca, tetapi juga mendorong terciptanya ruang belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi masyarakat.

Sebagai langkah awal, tim subkelompok literasi melakukan pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Griya Al Azda melalui kegiatan penataan ruang baca, inventarisasi koleksi buku, pemberian identitas perpustakaan, klasifikasi koleksi sesuai standar pengelolaan perpustakaan, hingga penjajaran buku (shelving).

Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pengelola TBM mewujudkan sistem pengelolaan koleksi yang lebih tertata, sistematis, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan pengelolaan yang lebih baik, TBM diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar yang nyaman, inklusif, dan mampu menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak, untuk datang membaca dan belajar secara rutin.

Penguatan fungsi TBM kemudian dilanjutkan melalui program Kunjungan Literasi yang dilaksanakan di TBM Ceria dan TBM Griya Al Azda. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas literasi yang dikemas secara interaktif, mulai dari membaca nyaring (read aloud), storytelling, diskusi sederhana mengenai isi cerita, hingga permainan edukatif berbasis literasi. Pendekatan ini dipilih untuk menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan, mengembangkan imajinasi, memperkaya kosakata, serta membangun keberanian dalam menyampaikan pendapat di hadapan teman-temannya. Kehadiran mahasiswa sebagai fasilitator juga memberikan suasana belajar yang lebih dekat dan komunikatif sehingga anak-anak lebih aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

Program literasi tidak hanya dilaksanakan di lingkungan TBM, tetapi juga diperluas ke satuan pendidikan formal melalui kegiatan Cerdas Mengulas Buku di SDN 3 Cicurug. Program yang menyasar siswa kelas 2 ini bertujuan melatih kemampuan peserta didik dalam memahami isi bacaan, mengidentifikasi pesan yang terkandung dalam buku, serta menyampaikan kembali isi bacaan menggunakan bahasa mereka sendiri. Dengan metode tersebut, siswa didorong untuk tidak sekadar membaca secara mekanis, tetapi juga mampu mengolah informasi yang diperoleh dan mengomunikasikannya secara runtut. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar sekaligus membangun rasa percaya diri anak dalam berbicara di depan orang lain.

Sebagai tindak lanjut dari aktivitas membaca, mahasiswa juga menyelenggarakan Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan bagi siswa kelas 5 SDN 3 Cicurug dengan menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Setelah membaca buku, para siswa diajak mengembangkan ide-ide kreatif menjadi sebuah karya sederhana yang terinspirasi dari isi bacaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dalam bentuk karya nyata. Pendekatan ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keterampilan bekerja sama, serta menumbuhkan kebiasaan belajar yang aktif melalui proses eksplorasi dan praktik langsung.

Dalam upaya memperluas budaya literasi pada jenjang pendidikan menengah, tim KKN juga menyelenggarakan Lomba Menulis Cerita Berbasis Bahan Bacaan yang melibatkan siswa dari empat sekolah tingkat SMP/MTs di Kelurahan Cicurug, yaitu MTs Assa’adah, SMP PGRI Cicurug, SMP Mardi Yuana, dan SMPK BPK Penabur.

Melalui kompetisi ini, peserta diajak membaca buku sebagai sumber inspirasi, kemudian mengembangkan pemahaman mereka menjadi sebuah karya tulis kreatif. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga menumbuhkan budaya membaca, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas peserta dalam mengolah informasi menjadi sebuah narasi yang orisinal dan komunikatif. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, guru, dan komunitas literasi dalam mendukung tumbuhnya budaya literasi di kalangan remaja.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa penguatan literasi memerlukan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat bergantung pada satu institusi saja. Sinergi antara perguruan tinggi, Perpustakaan Nasional RI, Taman Bacaan Masyarakat, sekolah, pemerintah kelurahan, serta masyarakat menjadi modal penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap ruang belajar, meningkatkan minat baca anak dan remaja, serta mendorong pemanfaatan TBM sebagai pusat kegiatan edukatif yang aktif di lingkungan masyarakat.

Melalui implementasi berbagai program tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 39 Universitas Padjadjaran tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berupaya menghadirkan perubahan nyata dalam penguatan budaya literasi di Kelurahan Cicurug. Diharapkan kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaan KKN dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan berbagai kegiatan literasi sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.