Scroll untuk baca artikel
Daerah

Mahasiswi KKN IAF Surabaya Bantu Pesantren At-Taufiq Malang Perkuat Digitalisasi dan Promosi

×

Mahasiswi KKN IAF Surabaya Bantu Pesantren At-Taufiq Malang Perkuat Digitalisasi dan Promosi

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026-08-30 at 10.04.21
Foto Bersama Usai Kegiatan

MALANG — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya mendorong penguatan digitalisasi, promosi, dan administrasi pendidikan di Pondok Pesantren At-Taufiq, Sengkaling, Dau, Malang.

Program pengabdian yang dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa membantu pesantren menghadapi tantangan perkembangan teknologi sekaligus memperkenalkan potensi dan program pendidikan Pondok Pesantren At-Taufiq kepada masyarakat secara lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswi KKN Kelompok 5 menjalankan empat program utama, yakni pendampingan dan pelatihan digitalisasi bagi santri, pembuatan profil pesantren, penguatan promosi pesantren, serta pembuatan buku prestasi santri TPQ.

Keempat program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan yang dilakukan mahasiswa bersama pihak Pondok Pesantren At-Taufiq sebelum kegiatan dilaksanakan.

Mahasiswi terlebih dahulu mengumpulkan data, melakukan wawancara, serta mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan pesantren. Hasilnya kemudian menjadi dasar dalam menentukan program yang dinilai dapat memberikan manfaat dan tetap digunakan setelah kegiatan KKN berakhir.

Digitalisasi Jadi Salah Satu Fokus Pengabdian

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pendampingan pengelolaan dan pemanfaatan digitalisasi di lingkungan Pondok Pesantren At-Taufiq.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman kepada santri dalam memanfaatkan teknologi dan media digital secara lebih produktif, baik untuk mendukung proses pembelajaran maupun kegiatan pesantren lainnya.

Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga praktik secara langsung.

Sebelum pendampingan berlangsung, salah satu pengurus utama Pondok Pesantren At-Taufiq masih mengalami kendala dalam mengelola akun media sosial dan memahami penggunaannya. Kondisi serupa juga ditemukan dalam pengelolaan media digital di lingkungan SMPI At-Taufiq.

Melalui pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN, pengurus mendapatkan praktik langsung mengenai pengoperasian dan pengelolaan media sosial.

Setelah mengikuti pendampingan, pengurus diharapkan mampu mengelola akun media sosial tersebut secara mandiri.

Bagi mahasiswa KKN, kemampuan mengelola media digital menjadi semakin penting bagi lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Media sosial tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan aktivitas dan program pendidikan kepada masyarakat.

Profil Pesantren untuk Perluas Informasi kepada Masyarakat

Selain digitalisasi, mahasiswa KKN Kelompok 5 membuat profil Pondok Pesantren At-Taufiq sebagai salah satu upaya memperkenalkan pesantren kepada masyarakat.

Pembuatan profil dilakukan melalui wawancara dengan pengasuh pesantren serta pengambilan video di lingkungan pondok.

Dalam wawancara bersama Gus Muhammad Lutfi Fathoni, S.Pd.I., mahasiswa menggali informasi mengenai sejarah berdirinya pesantren, perkembangan pondok, kegiatan kepesantrenan, karakteristik santri, serta program pendidikan yang dimiliki.

Berdasarkan keterangan pengasuh, kegiatan mengaji dan pembinaan santri telah dirintis oleh KH. Nur Ismail sekitar tahun 1960–1963.

Kegiatan tersebut pada awalnya berupa pengajian sederhana di rumah. Seiring perkembangannya, pesantren kemudian tumbuh hingga memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan asrama bagi santri.

Pengambilan video juga dilakukan untuk mendokumentasikan lingkungan dan aktivitas pesantren. Materi tersebut kemudian menjadi bagian dari profil yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan serta program pendidikan Pondok Pesantren At-Taufiq.

Promosi Pesantren Hadapi Tantangan Pascapandemi

Pembuatan profil pesantren sekaligus menjadi bagian dari program penguatan promosi Pondok Pesantren At-Taufiq.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mahasiswa KKN dengan pihak pesantren, salah satu tantangan yang dihadapi adalah upaya meningkatkan kembali jumlah santri setelah pandemi Covid-19.

Sebagian santri yang sebelumnya pulang ke daerah asal tidak kembali ke pondok dan memilih melanjutkan pendidikan di tempat lain.

Di sisi lain, Pondok Pesantren At-Taufiq memiliki sejumlah program pendidikan yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Di antaranya pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Bil-Qolam, kelas tahfidz, kajian kitab, sorogan, serta pendidikan berbasis entrepreneur.

Melalui media profil yang dibuat, mahasiswa KKN berupaya membantu pesantren menyampaikan informasi mengenai sejarah, program, kegiatan, dan karakteristik pesantren secara lebih luas.

Dengan tersedianya media informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai Pondok Pesantren At-Taufiq sebelum menentukan pilihan pendidikan.

Buku Prestasi untuk Dokumentasi Perkembangan Santri

Program lainnya adalah pembuatan buku prestasi santri TPQ Pondok Pesantren At-Taufiq.

Program tersebut ditujukan untuk membantu pencatatan perkembangan dan capaian santri selama mengikuti kegiatan pendidikan dan kepesantrenan.

Buku prestasi menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa terhadap administrasi perkembangan santri. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, perkembangan dan capaian santri TPQ dapat terdokumentasikan dan menjadi bahan pemantauan bagi pihak pesantren.

Program tersebut melengkapi rangkaian pengabdian yang tidak hanya menyasar aspek digital dan promosi, tetapi juga mendukung kebutuhan administrasi pendidikan di lingkungan pesantren.

Pesantren Sambut Positif Program KKN

Ketua KKN Kelompok 5 Institut Al Fithrah Surabaya menyampaikan apresiasi kepada pihak Pondok Pesantren At-Taufiq yang telah memberikan kesempatan dan izin kepada mahasiswa untuk melaksanakan seluruh program kerja selama kegiatan KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ning Fatimatus Zahro dan seluruh pihak Pondok Pesantren At-Taufiq yang telah memberikan kesempatan kepada kami serta memberikan izin untuk menjalankan program kerja kami. Kami sangat bersyukur dapat melaksanakan kegiatan pengabdian dan belajar bersama selama berada di lingkungan Pondok Pesantren At-Taufiq,” ujar Ketua KKN Kelompok 5.

Apresiasi juga disampaikan Ning Fatimatus Zahro. Ia menilai program yang diberikan mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi pesantren dan berharap hasil kegiatan tersebut dapat terus digunakan setelah program KKN selesai.

“Nggih, Mbak, kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan program-program yang telah diberikan oleh teman-teman KKN. Program ini sangat bermanfaat bagi pondok dan semoga apa yang telah dilakukan dapat terus digunakan serta diterapkan ke depannya. Semoga teman-teman semuanya juga dipermudah segala urusannya dan dimudahkan dalam meraih cita-cita, aamiin,” ungkapnya.

KKN Didorong Tinggalkan Manfaat Berkelanjutan

Pelaksanaan KKN Kelompok 5 Institut Al Fithrah Surabaya di Pondok Pesantren At-Taufiq tidak hanya diarahkan untuk memenuhi rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa.

Empat program yang dijalankan dirancang agar hasilnya tetap dapat dimanfaatkan oleh pesantren, mulai dari pendampingan pengelolaan digitalisasi, pembuatan profil pesantren, penguatan promosi, hingga pencatatan prestasi santri TPQ.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan pesantren sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di tengah masyarakat.

Bagi Pondok Pesantren At-Taufiq, dukungan terhadap digitalisasi dan promosi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Sementara bagi mahasiswa, pengabdian menjadi ruang untuk belajar memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan program yang memiliki manfaat praktis.

Dengan demikian, KKN Kelompok 5 Institut Al Fithrah Surabaya diharapkan tidak berhenti ketika masa pengabdian berakhir, tetapi meninggalkan sejumlah hasil yang dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh Pondok Pesantren At-Taufiq pada masa mendatang.

Penulis: Siti Zaenab, Mahasiswi Institut Al Fithrah Surabaya, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam