Scroll untuk baca artikel
Nasional

Tim Linguarise Raih Dua Penghargaan Di International Business Competition 2026 di Vietnam

×

Tim Linguarise Raih Dua Penghargaan Di International Business Competition 2026 di Vietnam

Sebarkan artikel ini
Picture1ddsssss
Dokumentasi foto Tim LinguaRise berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang International Business Competition (IBC) 2026 yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad (SEA) di Ho Chi Minh City, Vietnam (Sumber: Dock pribadi)

Ho Chi Minh City, Vietnam (12 Juni 2026) – Tim LinguaRise berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang International Business Competition (IBC) 2026 yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad (SEA) di Ho Chi Minh City, Vietnam. Dalam kompetisi bisnis berskala internasional tersebut, LinguaRise membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yaitu Best Global Market Potential dan Best Pitching Performance.

Pencapaian tersebut diraih setelah tim berhasil melewati serangkaian tahapan kompetisi yang meliputi seleksi awal, babak semifinal, hingga babak final yang terdiri atas dua sesi penilaian, yaitu Business Plan dan Business Case. Pada tahap akhir tersebut, peserta tidak hanya dituntut untuk menyajikan model bisnis yang inovatif dan berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan kemampuan analisis serta pemecahan masalah bisnis secara langsung di hadapan dewan juri internasional.

International Business Competition (IBC) 2026 merupakan kompetisi bisnis internasional yang mempertemukan mahasiswa dan inovator muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan solusi bisnis yang inovatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk menguji gagasan bisnis mereka melalui berbagai tahapan penilaian yang menitikberatkan pada inovasi, kelayakan bisnis, potensi pasar, serta kemampuan presentasi.

Tentang LinguaRise

LinguaRise merupakan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu para pelajar di Asia Tenggara meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris. Platform ini menggabungkan teknologi speech recognition, natural language processing, dan personalized feedback untuk menciptakan pengalaman belajar yang adaptif dan interaktif.

Berbeda dari platform pembelajaran bahasa pada umumnya, LinguaRise tidak hanya berfokus pada kemampuan gramatikal, tetapi juga secara spesifik menargetkan aspek psikologis, yaitu rasa percaya diri pengguna dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris pada konteks profesional maupun akademik.

Dengan memanfaatkan teknologi seperti Azure Speech Services, GPT-4o, LangChain, serta dibangun di atas arsitektur React Native dan NestJS, LinguaRise mampu memberikan simulasi percakapan real-time yang dilengkapi umpan balik instan terkait pronunciation, fluency, dan confidence level pengguna. Pendekatan ini menjawab permasalahan nyata di kawasan Asia Tenggara, di mana banyak individu memiliki pemahaman bahasa Inggris yang baik secara tertulis namun masih mengalami hambatan signifikan saat harus berbicara di depan publik atau dalam lingkungan profesional.

Tim di Balik LinguaRise

Ineza Sativa selaku Chief Executive Officer (CEO) bertanggung jawab atas visi strategis dan arah pengembangan bisnis LinguaRise. Ineza merupakan mahasiswi President University yang memiliki ketertarikan pada bidang hubungan internasional, diplomasi, dan kolaborasi global. Ia membawa pengalaman internasional yang luas ke dalam tim, termasuk pengalaman sebagai Intern di Divisi Administration & General Affairs pada Sekretariat ASEAN, serta pernah menjalani internship di bidang Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Secretary Intern di Youth Break The Boundaries, sebuah program internasional. Latar belakang diplomasi dan hubungan internasional yang dimilikinya menjadi faktor penting dalam mengartikulasikan visi global LinguaRise di hadapan dewan juri.

M. Alhafiz Arya Wardhana mengemban peran sebagai Chief Operating Officer sekaligus Chief Financial Officer (COO&CFO). Arya merupakan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya yang memiliki pengalaman dalam pengembangan bisnis, teknologi, dan kewirausahaan. Selain aktif di dunia akademik, Arya juga merupakan Founder dan CEO Codelab Indonesia, sebuah startup edutech yang menyelenggarakan program bootcamp di bidang AI, Programming, UX Design, dan Business. Prestasinya di tingkat internasional antara lain sebagai 3rd Winner pada International Project Innovation di Istanbul, 3rd Winner pada International Youth Innovation di Malaysia, serta Top 8 Finalist dan Favorite Delegate pada ajang East Java Ambassador 2024. Pengalamannya mengelola startup dan berkompetisi di level internasional menjadi bekal penting dalam menyusun model keuangan dan strategi go-to-market LinguaRise yang dinilai solid oleh para juri.

Yosefina Agustine sebagai Chief Product Officer (CPO) memimpin pengembangan produk dan pengalaman pengguna LinguaRise. Yosefina merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya yang memiliki ketertarikan dan pengalaman yang kuat dalam bidang UI/UX Design, dengan fokus pada perancangan produk digital yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Rekam jejaknya di kancah kompetisi bisnis juga tidak kalah mengesankan, dengan raihan 2nd Winner pada International Business Plan Competition dan 2nd Winner pada Business Plan Competition (BPC). Yosefina juga aktif dalam kegiatan internasional sebagai Delegate di Global Youth Action yang meliputi program di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Keahliannya dalam merancang user journey yang intuitif, fungsional, dan berdampak menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang membedakan LinguaRise dari kompetitor lainnya.

Dua Penghargaan Sekaligus

Penghargaan Best Global Market Potential diberikan kepada LinguaRise atas keberhasilannya menyajikan analisis pasar yang komprehensif dan meyakinkan. Tim berhasil menunjukkan bahwa permasalahan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris bukan sekadar isu lokal, melainkan tantangan yang dihadapi oleh ratusan juta pelajar dan profesional di seluruh kawasan Asia Tenggara. Model bisnis yang scalable serta proyeksi keuangan yang realistis turut memperkuat penilaian juri terhadap potensi pasar global LinguaRise.

Sementara itu, penghargaan Best Pitching Performance menjadi bukti kemampuan tim dalam menyampaikan presentasi bisnis yang tajam, terstruktur, dan persuasif di hadapan panel juri internasional. Kombinasi antara storytelling yang kuat, data yang tervalidasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan juri secara spontan dan meyakinkan menjadikan sesi pitching LinguaRise sebagai salah satu yang paling menonjol sepanjang kompetisi.

Membawa Nama Indonesia di Kancah Internasional

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya Universitas Brawijaya dan President University yang diwakili oleh para mahasiswa berprestasi dalam tim LinguaRise. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing dan unggul dalam forum bisnis internasional serta mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.

“Meraih dua penghargaan internasional menjadi bukti bahwa permasalahan yang kami angkat benar-benar relevan bagi masyarakat Asia Tenggara. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan LinguaRise agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pelajar dan profesional di kawasan ini,” ujar M. Alhafiz Arya Wardhana, COO & CFO LinguaRise.

Ke depan, tim LinguaRise berkomitmen untuk terus mengembangkan riset dan konsep platform ini, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa di bidang pendidikan dan teknologi di Asia Tenggara. Pencapaian di IBC 2026 menjadi pijakan awal bagi tim untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di kawasan.