Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Botolmu Pilihanmu, Mahasiswa Kedokteran Ajak Kurangi Bahaya Mikroplastik

×

Botolmu Pilihanmu, Mahasiswa Kedokteran Ajak Kurangi Bahaya Mikroplastik

Sebarkan artikel ini
Picture1dfghhhh
Ilustrasi tumpukan sampah botol plastik (Sumber: Pinterest)

Oleh: Tim Kelompok 2 – FK UPN “Veteran” Jawa Timur

Satu gerakan kecil mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur ternyata menyentuh lima tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus — dari pendidikan, air bersih, hingga aksi iklim.

Bayangkan setiap hari tanpa sadar menelan ribuan partikel plastik berukuran mikroskopis. Itulah yang terjadi ketika kita terus mengandalkan air kemasan plastik sekali pakai. Penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumen air kemasan plastik menelan hingga 52.000 partikel mikroplastik per tahun — jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang minum air dari sumber lain. Partikel-partikel ini tidak kasat mata, tidak terasa di lidah, namun efeknya pada tubuh jangka panjang mulai terkuak: dari gangguan pernapasan, masalah reproduksi, kerusakan saraf, hingga risiko kanker.

Ironisnya, masalah ini justru banyak terjadi di lingkungan kampus, tempat para calon tenaga kesehatan menghabiskan sebagian besar waktunya. Observasi di lingkungan Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur menunjukkan pemandangan yang lazim: tempat sampah penuh botol plastik bekas, sementara mahasiswa masih jarang terlihat membawa tumbler pribadi. Lebih mengejutkan lagi, riset di berbagai negara menemukan bahwa mahasiswa sebenarnya sangat sadar akan dampak lingkungan dari plastik sekali pakai — namun kesadaran itu belum cukup mengubah kebiasaan.

“Kesenjangan antara tahu dan melakukan inilah yang ingin kami jembatani. Bukan dengan ceramah panjang, tapi dengan keteladanan langsung.”

Berawal dari Keprihatinan Bersama

Berawal dari kepedulian terhadap rendahnya kebiasaan hidrasi sehat dan tingginya penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan kampus, empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Kadek Ardhyani Widya Ningrum, Lionesya Sukma Winata, Aurelia Angie Amara, dan Kysara Aureldy Davonso Matualage menginisiasi program “Botolmu, Pilihanmu”. Program ini merupakan bagian dari Leadership Movement Project yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menjaga hidrasi sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mendukung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Program tersebut berangkat dari dua persoalan yang masih banyak dijumpai di kalangan mahasiswa. Pertama, kebiasaan memenuhi kebutuhan cairan harian yang belum optimal. Sebuah penelitian pada mahasiswa kedokteran di Indonesia melaporkan bahwa 94,6% mahasiswa mengonsumsi cairan di bawah kebutuhan harian saat menjalani aktivitas perkuliahan, padahal dehidrasi ringan sekalipun dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, dan performa akademik. Kedua, masih tingginya penggunaan botol plastik sekali pakai yang berpotensi meningkatkan paparan mikroplastik serta menambah beban pencemaran lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, tim pelaksana menghadirkan edukasi digital sebagai langkah sederhana untuk mendorong terbentuknya kebiasaan hidrasi sehat sekaligus penggunaan tumbler di kalangan mahasiswa.

Strategi yang Membumi

Alih-alih menggelar seminar berskala besar, program “Botolmu, Pilihanmu” mengusung pendekatan edukasi digital yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan oleh mahasiswa. Materi edukasi disusun dalam bentuk presentasi yang membahas pentingnya memenuhi kebutuhan cairan harian, risiko dehidrasi, bahaya paparan mikroplastik dari penggunaan botol plastik sekali pakai, serta manfaat membawa tumbler sebagai alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Setelah mempelajari materi tersebut, peserta diminta mengisi kuesioner evaluasi secara daring sebagai bentuk umpan balik terhadap program.

Program dilaksanakan pada 5 Juni 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Evaluasi melibatkan 45 responden untuk menggambarkan kebiasaan hidrasi, penggunaan tumbler, tingkat pengetahuan mengenai hidrasi dan mikroplastik, serta motivasi dan komitmen setelah mengikuti edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 68,9% responden telah membawa tumbler ke kampus, sementara 97,8% menyatakan termotivasi untuk membawa tumbler dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai setelah mengikuti program. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi digital dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya hidrasi sehat dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus mendukung terciptanya budaya kampus yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Pesan yang Sederhana, Dampak yang Dalam

Di balik nama yang sederhana, “Botolmu, Pilihanmu” membawa pesan bahwa setiap pilihan dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Membawa tumbler, memenuhi kebutuhan cairan harian, dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai merupakan langkah kecil yang dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat dan berkelanjutan. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki motivasi dan komitmen untuk mulai menerapkan kebiasaan tersebut setelah mengikuti edukasi. Temuan ini memberikan gambaran bahwa edukasi sederhana dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan mendorong perubahan perilaku yang lebih baik apabila dilakukan secara konsisten serta didukung oleh lingkungan kampus.

Bagi mahasiswa kedokteran, kebiasaan menjaga hidrasi sehat dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi contoh penerapan perilaku promotif dan preventif yang dapat ditularkan kepada masyarakat. Dengan langkah sederhana, seperti membawa tumbler setiap hari dan memilih air minum yang aman, setiap individu dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan yang kompleks, tetapi dapat berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku individu, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui edukasi mengenai pentingnya hidrasi sehat serta bahaya mikroplastik bagi tubuh, program ini mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta terkait kesehatan dan lingkungan.

Selain itu, program ini juga berkontribusi pada SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui upaya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai pentingnya mengonsumsi air minum yang sehat dan aman bagi kesehatan. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam memilih sumber air minum yang lebih berkualitas. Dalam aspek lingkungan, program ini mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan mengajak masyarakat kampus untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kontribusi terhadap SDG 13 (Climate Action) diwujudkan melalui dorongan untuk mengurangi limbah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan. Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai merupakan salah satu bentuk aksi nyata dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi mahasiswa lintas angkatan dalam merancang dan menjalankan seluruh rangkaian kegiatan. Kerja sama tersebut menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Di samping itu, SDG 1 (No Poverty) turut terdampak secara tidak langsung melalui upaya mendorong pola konsumsi yang lebih hemat, bijak, dan berkelanjutan. Dengan mengurangi pembelian produk sekali pakai serta meningkatkan kesadaran terhadap konsumsi yang bertanggung jawab, masyarakat dapat mengelola pengeluaran secara lebih efisien sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.