Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

BERGEMA Tasikmalaya Hadirkan Momen Hangat Bapak dan Anak Lewat Bermain Bersama

×

BERGEMA Tasikmalaya Hadirkan Momen Hangat Bapak dan Anak Lewat Bermain Bersama

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026-08-09 at 18.46.59
BERGEMA Tasikmalaya Satukan Keluarga, Bermain, Belajar, dan Berbagi untuk Anak

Tasikmalaya, 9 Agustus 2026 — Seorang anak mungkin tidak akan mengingat semua permainan yang ia lakukan hari ini. Namun, ia bisa mengingat siapa yang duduk di sampingnya, ikut tertawa, mencoba bersamanya, dan membuatnya merasa penting.

Semangat itulah yang hadir dalam BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama) yang diselenggarakan Ibu Profesional Tasikmalaya pada 9 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan 21 orang bapak, 22 orang ibu, 24 orang anak, dan 4 orang volunteer dalam sebuah pengalaman belajar dan bermain yang dirancang untuk menguatkan hubungan keluarga, meningkatkan kapasitas orang tua, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan beasiswa kepada 10 anak dari keluarga rentan. Beasiswa ini didukung oleh The Human Safety Net (THSN) sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak dan upaya memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terus belajar dan bertumbuh.

Penyerahan beasiswa menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang, terlepas dari kondisi keluarga yang mereka hadapi. Semangat berbagi inilah yang kemudian menjadi salah satu ruh utama BERGEMA: menghadirkan manfaat sekaligus mengajak keluarga untuk menjadi bagian dari gerakan kebaikan.

Bukan Sekadar Bermain, tetapi Hadir

Salah satu rangkaian yang menjadi sorotan adalah sesi “Aku dan Bapakku” dengan tema “Menjadi Ilmuwan Cilik”.

Dalam sesi ini, bapak dan anak tidak sekadar bermain. Mereka diajak bereksplorasi, mencoba, bertanya, menemukan, dan menyelesaikan aktivitas bersama.

Di tengah permainan, batas antara “orang tua yang menemani” dan “anak yang bermain” seolah menghilang. Yang tersisa adalah dua orang yang sedang menikmati sebuah pengalaman bersama.

Kehadiran bapak dalam aktivitas bermain bukan sekadar pelengkap. UNICEF menempatkan ayah sebagai salah satu sumber penting dalam perkembangan anak. Interaksi berupa bermain, bercerita, belajar, dan memberikan stimulasi dapat mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Analisis UNICEF terhadap data dari 74 negara juga menemukan bahwa 55 persen anak usia 3–4 tahun, atau sekitar 40 juta anak, tidak melakukan aktivitas bermain maupun belajar bersama ayahnya. Data tersebut menunjukkan bahwa kesempatan sederhana untuk bermain dan belajar bersama ayah merupakan hal yang penting untuk terus dihadirkan.

Karena itu, “Aku dan Bapakku” di BERGEMA menjadi lebih dari sekadar agenda permainan. Sesi ini menghadirkan ruang bagi bapak untuk benar-benar hadir—bukan hanya secara fisik, tetapi juga dengan perhatian, interaksi, dan waktu yang diberikan kepada anak.

Tawa, rasa ingin tahu, dan percakapan kecil yang muncul selama permainan menjadi bagian dari pengalaman yang mungkin sederhana, tetapi bermakna bagi anak.

Kehangatan itu kemudian berlanjut melalui sebuah kejutan dari para ibu. Setelah sesi bermain selesai, para ibu memberikan surat cinta kepada bapak sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan perhatian yang telah diberikan kepada anak-anak mereka.

Surat itu menjadi pengingat bahwa pengasuhan bukan perjalanan seorang diri.

Ada bapak yang memilih meluangkan waktu. Ada ibu yang melihat dan menghargai proses tersebut. Dan ada anak yang menerima pengalaman paling berharga: merasakan bahwa kedua orang tuanya hadir dalam perjalanan tumbuhnya.

Ibu Belajar, Keluarga Bergerak

Ketika para bapak dan anak menikmati waktu bersama, para ibu mengikuti workshop Game Based Learning yang dipandu oleh fasilitator Ibu Profesional Nasional, Ratna Palupi dan Kasihani.

Melalui workshop ini, para ibu diajak melihat permainan dari perspektif yang berbeda: bahwa bermain bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi dapat menjadi sarana belajar yang aktif, kreatif, menyenangkan, sekaligus membangun kedekatan antara orang tua dan anak.

Para ibu mendapatkan pengalaman untuk memahami bagaimana permainan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses belajar anak. Harapannya, pengalaman tersebut tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam keseharian keluarga.

Dengan demikian, BERGEMA menghadirkan pengalaman yang saling melengkapi. Bapak dan anak membangun kedekatan melalui bermain, sementara ibu memperkaya kapasitasnya dalam mendampingi proses belajar anak.

Dari Keluarga, Menjadi Gema Kebaikan

Selain dukungan beasiswa dari The Human Safety Net (THSN), pelaksanaan BERGEMA juga mendapatkan dukungan dan kolaborasi dari Pemuda Hiraa, Ica Seva Tenda, dan Bintang Aqsha. Sinergi berbagai pihak ini memperkuat semangat gotong royong untuk menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Pada akhirnya, BERGEMA membawa tiga pesan sederhana: menguatkan hubungan bapak dan anak, meningkatkan kapasitas ibu dalam mendampingi proses belajar, serta menumbuhkan kepedulian melalui berbagi dan kolaborasi.

Sebab membangun keluarga yang dekat tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kadang, kedekatan lahir dari permainan sederhana. Dari waktu yang sengaja disediakan. Dari tawa yang dibagikan. Dan dari sepucuk surat yang mengatakan, terima kasih sudah hadir.

Bagi anak, mungkin kegiatan itu hanya berlangsung beberapa jam.

Namun, bagi mereka, bisa jadi itulah salah satu momen ketika mereka benar-benar merasakan: “Bapakku ada untukku.”

Dan bagi sepuluh anak penerima beasiswa, hari itu juga membawa pesan yang tak kalah penting: ada orang-orang yang percaya bahwa mereka layak terus belajar, tumbuh, dan memiliki masa depan.

Sampai jumpa di Bergema kota berikutnya!

Instagram: @ibuprofesionaltasikmalaya