Batang, 28 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 93 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi pengelolaan sampah melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada siswa MTs Maulana Maghribi, Desa Ujungnegoro, pada 28 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas, dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Kegiatan edukasi diawali dengan pengenalan mengenai berbagai jenis sampah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diberikan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Selanjutnya, mahasiswa KKN-T 93 memperkenalkan prinsip 3R sebagai salah satu langkah sederhana dalam mengurangi permasalahan sampah, yaitu Reduce dengan mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, Reuse dengan menggunakan kembali barang yang masih layak, dan Recycle dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Penyampaian materi dilakukan menggunakan media visual dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan pendekatan tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan oleh setiap individu, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Kepala MTs Maulana Maghribi menyampaikan bahwa kegiatan edukasi tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah sebelumnya telah memiliki upaya dalam mewujudkan lingkungan yang peduli terhadap kebersihan melalui program Adiwiyata, namun pengelolaan sampah di lingkungan sekolah masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah.
Di sisi lain, sekolah telah memiliki upaya pengolahan sampah organik melalui pemanfaatan biopori di area belakang sekolah. Hal tersebut menunjukkan adanya potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sampah secara lebih berkelanjutan. Melalui edukasi 3R, siswa diharapkan dapat memahami bahwa sampah yang dihasilkan sehari-hari masih dapat dikurangi, digunakan kembali, maupun diolah sebelum akhirnya dibuang.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam menyimak materi serta menjawab pertanyaan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga dapat mendorong siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 93 Universitas Diponegoro berharap edukasi pengelolaan sampah 3R dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan memilah sampah diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Hanum Farah Mutahar, Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Diponegoro.











