Ternate, Maluku Utara — 11–27 Juni 2026. Ibu-ibu Kelompok Tani Dubil di Kelurahan Afe Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi literasi usaha dan pelatihan pengolahan daging buah pala menjadi produk pangan bernilai ekonomi.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu Kelompok Tani Dubil melalui Edukasi Literasi Usaha dan Pelatihan Pengolahan Limbah Daging Buah Pala Bernilai Ekonomi” ini dilaksanakan oleh dosen Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026.
Tim pelaksana terdiri atas Dr. Sarmina Ati, M.Pd., Sartika Samad, M.Pd., dan Irma Ibrahim, M.M. Kegiatan melibatkan 11 anggota Kelompok Tani Dubil, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga.
Program ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan daging buah pala oleh masyarakat. Selama ini, peserta lebih mengenal daging buah pala untuk diolah menjadi manisan, sementara peluang pengembangannya menjadi produk pangan lainnya belum banyak diketahui.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai peluang usaha, nilai tambah produk, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, pengelolaan keuangan sederhana, dan strategi pemasaran melalui media sosial.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan daging buah pala. Peserta terlibat dalam tahapan persiapan bahan, pengirisan, pengolahan, penggorengan, pemberian bumbu balado, penirisan, hingga pengemasan produk.
Menghasilkan Keripik Pala D’ubil
Salah satu hasil nyata kegiatan adalah produk Keripik Pala D’ubil dalam kemasan 80 gram. Produk ini dikembangkan sebagai bentuk pemanfaatan daging buah pala yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan peluang untuk dikembangkan sebagai usaha kelompok.
Selain keterampilan produksi, peserta juga mulai memahami aspek dasar pengelolaan usaha. Setelah mengikuti kegiatan, peserta mengetahui bahwa daging buah pala dapat dikembangkan menjadi keripik, memahami nilai tambah produk, mulai mampu menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual, serta mengenal pencatatan keuangan sederhana.
Pada aspek pemasaran, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sehingga peluang pasar tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitar.
Kegiatan pemberdayaan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan produksi, penguatan pengemasan dan pemasaran, serta pengembangan kapasitas kelompok agar produk olahan pala dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian mendorong agar potensi pala tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat memperkuat keterampilan dan peluang usaha perempuan tani di Kelurahan Afe Taduma dan juga Dorpedu.











