Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Dorong Transformasi Layanan dan Pengelolaan Klinik melalui PKM-EDU

×

Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Dorong Transformasi Layanan dan Pengelolaan Klinik melalui PKM-EDU

Sebarkan artikel ini
Picture1fghtttttt

Waru, Sidoarjo – Komitmen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat – Edukasi. Kegiatan yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur ini dilaksanakan di Klinik Hidayah Waru IV, dengan mengusung tema peningkatan kualitas pelayanan sekaligus transformasi pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi bertajuk “Service Excellence sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Layanan dan Efisiensi Ekonomi”. Materi ini memberikan pemahaman kepada tenaga klinik mengenai pentingnya pelayanan prima sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepuasan pasien, membangun kepercayaan, serta menciptakan proses pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi materi “Transformasi Pengelolaan Persediaan Obat melalui Green Supply Chain Management dan Cloud Accounting pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.” Materi ini menyoroti pentingnya pengelolaan persediaan obat yang lebih terintegrasi, efisien, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur tenaga kesehatan dan tenaga pendukung di Klinik Hidayah Waru IV yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, serta tenaga administrasi. Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan kegiatan karena transformasi pengelolaan fasilitas kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai profesi yang saling terintegrasi.

Tim pengabdian terdiri atas dosen lintas bidang keilmuan, yaitu Selma Putri Safira dari Program Studi Akuntansi, M. Jaenudin dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, dan Hasna At Thoriqooh dari Program Studi Fakultas Ilmu Komputer. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan implementasi ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi penting karena pengelolaan fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga membutuhkan tata kelola pelayanan, pengelolaan keuangan, efisiensi ekonomi, pengelolaan rantai pasok, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Melalui materi Service Excellence, peserta diajak memahami bahwa kualitas layanan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga oleh bagaimana setiap proses pelayanan diberikan secara profesional, responsif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Sementara itu, materi Green Supply Chain Management dan Cloud Accounting diarahkan untuk memperkenalkan pendekatan yang lebih modern dalam pengelolaan persediaan obat dan pencatatan keuangan. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ilmu akuntansi, ekonomi, dan teknologi informasi dapat diintegrasikan untuk menjawab kebutuhan nyata di fasilitas pelayanan kesehatan. Efisiensi bukan hanya tentang mengurangi biaya, tetapi bagaimana sumber daya yang dimiliki dapat dikelola secara tepat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi organisasi dan masyarakat.”
Selma Putri Safira, Tim Dosen

Adapun penerapan konsep tersebut juga dapat menjadi langkah awal menuju tata kelola klinik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.

Salah satu peserta kegiatan memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan aktivitas sehari-hari di klinik.

“Materi yang diberikan cukup dekat dengan pekerjaan kami sehari-hari. Kami mendapatkan pemahaman baru mengenai bagaimana memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus mengelola persediaan dan administrasi secara lebih tertata. Materinya juga memberikan gambaran bahwa pekerjaan di klinik dapat didukung dengan pemanfaatan teknologi.”
— Soefi, Peserta PKM

Kegiatan PKM EDU ini juga memiliki keterkaitan erat dengan komitmen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). UPN “Veteran” Jawa Timur menempatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat dan pemberdayaan bagi masyarakat. (UPN Veteran Jawa Timur)

Secara substansi, kegiatan ini memiliki relevansi dengan beberapa tujuan SDGs, terutama SDG 3: Good Health and Well-Being, melalui upaya peningkatan kualitas pelayanan pada fasilitas kesehatan; SDG 4: Quality Education, melalui proses transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi tenaga klinik; serta SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan efisiensi dan produktivitas pengelolaan organisasi.

Selain itu, pengenalan Cloud Accounting dan transformasi digital mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, sedangkan konsep Green Supply Chain Management memiliki keterkaitan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui dorongan terhadap pengelolaan sumber daya dan persediaan yang lebih efisien serta berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan fasilitas pelayanan kesehatan juga mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals.

Keterkaitan tersebut sejalan dengan arah pengembangan UPN “Veteran” Jawa Timur yang mendorong peningkatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset untuk pemecahan masalah dan pemberdayaan masyarakat. (UPN Veteran Jawa Timur)

Sementara itu, skema PKM EDU sendiri memang dirancang UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai wadah penyebarluasan pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kepakaran dosen melalui edukasi, pelatihan, pendampingan, sosialisasi, maupun diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. (LPPM UPN Veteran Jawa Timur)

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk perubahan praktik. Mulai dari cara memberikan pelayanan, mengelola persediaan obat, memanfaatkan teknologi pencatatan, hingga membangun kesadaran terhadap aspek keberlanjutan. Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana perguruan tinggi hadir dan memberikan solusi bagi masyarakat.”

Tim PKM EDU, UPN “Veteran” Jawa Timur

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan kolaborasi lintas keilmuan dan keterlibatan mahasiswa, program tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan kualitas layanan, efisiensi pengelolaan, transformasi digital, serta praktik pengelolaan fasilitas kesehatan yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menegaskan peran perguruan tinggi bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.