Edukasi Update, Pesawaran – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMAN 1 Gedong Tataan. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Keterampilan Komunikasi Profesional Siswa Melalui Pelatihan Telephoning” sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang terdiri atas Ardila Mutamah, Dina Tazkia Salsabila, Khaila Melan Putri, Annisa Nurul Huda, dan Rhan Yasri. Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing oleh Berlintina Permatasari, S.P., M.M. selaku dosen pembimbing yang memberikan arahan dan pendampingan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan materi, hingga pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan komunikasi profesional di era modern. Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif, keterampilan komunikasi menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh generasi muda. Salah satu bentuk komunikasi yang masih banyak digunakan dalam lingkungan kerja adalah komunikasi melalui telepon atau telephoning. Oleh karena itu, para siswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu berkomunikasi secara efektif, sopan, dan profesional.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memberikan materi mengenai konsep dasar telephoning, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, hingga penerapannya dalam lingkungan kerja. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis panggilan telepon, seperti incoming call, outgoing call, internal call, dan external call. Materi tersebut disampaikan secara interaktif dengan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa.
Selain itu, tim PKM juga menjelaskan pentingnya etika dalam bertelepon. Para siswa diajak memahami bagaimana cara mengangkat telepon dengan baik, menggunakan bahasa yang sopan, menyampaikan informasi secara jelas, mendengarkan lawan bicara dengan penuh perhatian, serta menutup percakapan secara profesional. Materi etika ini menjadi salah satu fokus utama karena sikap dan cara berbicara seseorang sering kali menjadi penilaian pertama dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Tim mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah menerima telepon dan melakukan panggilan telepon yang benar. Mulai dari memberikan salam, memperkenalkan diri, menanyakan kebutuhan penelepon, mencatat pesan penting, hingga mengakhiri percakapan dengan sopan. Melalui materi tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai standar komunikasi yang biasa diterapkan dalam lingkungan perkantoran dan perusahaan.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik telephoning yang menjadi bagian paling menarik bagi para siswa. Dalam sesi tersebut, beberapa siswa maju sebagai perwakilan untuk melakukan simulasi percakapan telepon berdasarkan skenario yang telah disiapkan oleh tim mahasiswa. Simulasi meliputi kegiatan menerima telepon, menyampaikan pesan, memberikan informasi, hingga melakukan percakapan formal layaknya di lingkungan kerja. Melalui kegiatan praktik ini, siswa dapat merasakan secara langsung bagaimana menerapkan etika dan teknik komunikasi yang baik saat bertelepon. Kegiatan praktik berlangsung dengan interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa yang turut memperhatikan jalannya simulasi serta memberikan tanggapan terhadap setiap skenario yang diperagakan.
Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, serta memberikan respons terhadap materi dan simulasi yang ditampilkan. Banyak siswa yang memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya komunikasi profesional, khususnya dalam penggunaan telepon sebagai sarana komunikasi formal yang masih banyak digunakan dalam dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang membantu mereka memahami pentingnya intonasi suara, pemilihan kata, sikap profesional, serta kemampuan mendengarkan dalam membangun komunikasi yang efektif.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam memberikan wawasan serta keterampilan baru kepada para siswa. Kegiatan semacam ini dinilai mampu menambah pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan soft skills yang sangat dibutuhkan di era saat ini.
Melalui program PKM ini, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan oleh siswa SMAN 1 Gedong Tataan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif di masa mendatang. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi generasi muda melalui kegiatan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.











