Edukasi Update, Jombang – Media sosial yang selama ini banyak digunakan sebagai sarana hiburan ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Salah satunya adalah TikTok, yang digunakan dalam pembelajaran Geografi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 10 Jombang. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenali permasalahan pencemaran sungai di sekitar sekolah sekaligus membuat video edukasi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh Fina Sabila Amanah, mahasiswa Program Magister Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Penelitian yang dimulai pada 20 Juli 2026 ini menerapkan model Project-Based Learning (PjBL) atau pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan TikTok untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami persoalan lingkungan.
Pemilihan isu pencemaran sungai bukan tanpa alasan. Kondisi sungai di sekitar sekolah menjadi salah satu contoh permasalahan lingkungan yang dapat diamati secara langsung oleh siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari materi dari buku, tetapi juga diajak melihat bagaimana aktivitas manusia dapat memengaruhi kondisi lingkungan di sekitarnya.
Ajak Siswa Mengamati Permasalahan Sungai di Sekitar Sekolah
Berbeda dari pembelajaran yang hanya berfokus pada penjelasan materi di kelas, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui permasalahan nyata di lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengenali kondisi sungai di sekitar sekolah yang menjadi fokus penelitian. Mereka melakukan pengamatan untuk mengidentifikasi permasalahan pencemaran, mencari informasi mengenai kemungkinan penyebabnya, serta mempelajari dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok berdiskusi untuk mengumpulkan informasi, menganalisis permasalahan yang ditemukan, dan menentukan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran sungai.
Melalui proses ini, siswa dilatih untuk tidak hanya mengetahui bahwa pencemaran sungai merupakan masalah lingkungan, tetapi juga memahami penyebab, dampak, dan cara mengatasinya berdasarkan informasi yang diperoleh.
Pembelajaran berbasis proyek ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapat, bertukar pikiran, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Hasil Pengamatan Diolah Menjadi Video Edukasi TikTok
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam penelitian ini adalah pembuatan video edukasi menggunakan TikTok.
Setelah melakukan pengamatan dan mengumpulkan informasi, setiap kelompok diminta mengolah hasil temuannya menjadi konten video singkat yang berisi edukasi mengenai pencemaran sungai.
Video yang dibuat siswa memuat gambaran permasalahan lingkungan, faktor penyebab pencemaran, dampak yang ditimbulkan, serta solusi atau ajakan untuk menjaga kebersihan sungai.
Dalam proses pembuatannya, siswa tidak hanya dituntut menghasilkan video yang menarik, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang disampaikan sesuai dengan materi Geografi yang telah dipelajari.
Penggunaan TikTok dipilih karena aplikasi tersebut cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. Melalui media yang sudah dikenal, siswa diharapkan lebih mudah menyampaikan hasil pembelajaran dengan cara yang kreatif dan komunikatif.
Namun, TikTok dalam kegiatan ini bukan menjadi satu-satunya sumber belajar. Aplikasi tersebut digunakan sebagai media untuk menyajikan hasil proyek siswa setelah mereka melakukan pengamatan, diskusi, dan analisis terhadap permasalahan pencemaran sungai.
Dengan demikian, kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada proses siswa dalam memahami dan mencari solusi atas persoalan lingkungan.
Libatkan Siswa Kelas XI dalam Pembelajaran Berbasis Proyek
Penelitian ini melibatkan 57 siswa kelas XI MAN 10 Jombang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen sebanyak 28 siswa dan kelas kontrol sebanyak 29 siswa.
Pada kelas eksperimen, pembelajaran dilaksanakan menggunakan model Project-Based Learning berbantuan TikTok selama lima pertemuan. Sementara itu, kelas kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional pada materi yang sama.
Selama kegiatan berlangsung, siswa di kelas eksperimen mengikuti beberapa tahapan pembelajaran, mulai dari mengenali permasalahan lingkungan, merencanakan proyek, melakukan pengamatan, mengumpulkan informasi, hingga menyusun video edukasi sebagai hasil akhir proyek.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk menghubungkan materi Geografi dengan kondisi lingkungan di sekitar mereka. Pembelajaran juga diarahkan agar siswa terbiasa mengamati suatu permasalahan, mencari informasi yang relevan, serta menyampaikan pendapat berdasarkan fakta yang ditemukan.
Manfaatkan Teknologi untuk Pembelajaran yang Lebih Kontekstual
Pemanfaatan TikTok dalam penelitian ini menjadi salah satu contoh bagaimana media sosial dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Melalui pembuatan video edukasi, siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan informasi mengenai pencemaran sungai menggunakan bahasa dan tampilan yang mudah dipahami.
Selain mempelajari materi Geografi, siswa juga terlibat dalam kegiatan pengamatan lingkungan, diskusi kelompok, penyusunan solusi, dan penyampaian hasil proyek melalui media digital.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan menghubungkan materi pelajaran, permasalahan di lingkungan sekitar, dan teknologi yang dekat dengan kehidupan siswa.
Meski demikian, penggunaan media sosial dalam pembelajaran tetap membutuhkan arahan guru agar konten yang dihasilkan memiliki nilai edukasi dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui penelitian yang dilaksanakan di MAN 10 Jombang ini, diharapkan muncul lebih banyak alternatif pembelajaran Geografi yang tidak hanya menekankan pemahaman teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali dan menganalisis persoalan lingkungan secara langsung.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai serta mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih positif dan bermanfaat.











