MALANG, 18 Juli 2026 — Mendapatkan nilai baik di kelas merupakan sebuah pencapaian. Namun, apa yang terjadi ketika pelajar harus berhadapan dengan data yang belum rapi, informasi yang harus ditafsirkan, waktu pengerjaan yang terbatas, serta anggota tim yang memiliki pendapat berbeda?
Kemampuan tersebut tidak selalu dapat diuji melalui soal pilihan ganda. Pelajar perlu menghadapi situasi yang menuntut mereka membaca persoalan, menentukan prioritas, mengambil keputusan, dan menjelaskan alasan di balik jawaban yang diberikan.
Tantangan inilah yang dibawa oleh DIGION 2026, kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika atau HIMTI BINUS University @Malang, dengan dukungan School of Computer Science BINUS University @Malang.
Melalui dua kategori kompetisi, DIGION 2026 mengajak siswa SMA, SMK, dan sederajat dari seluruh Indonesia untuk keluar dari rutinitas pembelajaran di kelas dan membuktikan kemampuan mereka dalam menghadapi persoalan berbasis data dan teknologi.
Saat Jawaban Benar Saja Tidak Cukup
DIGION 2026 tidak hanya memberikan soal yang harus diselesaikan peserta. Kompetisi ini juga menguji bagaimana sebuah tim mencapai jawabannya.
Peserta harus mampu memahami informasi yang tersedia, memilih strategi, membagi tugas, mengelola waktu, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Konsep tersebut diterapkan melalui dua jalur kompetisi, yaitu Data Analytics Competition dan DIGIQuest Challenge.
Data Analytics Competition mempertemukan peserta dengan data yang harus diperiksa dan diolah sebelum dapat menghasilkan kesimpulan. Sementara itu, DIGIQuest Challenge membawa peserta ke dalam rangkaian permainan berbasis logika, strategi, teknologi, dan kerja sama tim.
Kedua kategori tersebut memiliki bentuk berbeda, tetapi sama-sama menempatkan peserta dalam situasi yang menuntut ketelitian dan pengambilan keputusan.
Berhadapan dengan Data yang Belum Siap Digunakan
Pada Data Analytics Competition, peserta tidak langsung menerima grafik atau kesimpulan yang sudah jadi.
Mereka akan berhadapan dengan dataset mengenai kesiapan inovasi siswa. Data tersebut perlu dieksplorasi, diperiksa, dibersihkan, diolah, dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel atau aplikasi spreadsheet sejenis.
Peserta kemudian harus menentukan informasi yang relevan, menemukan pola, menyusun visualisasi, serta mengubah hasil pengolahan menjadi insight dan rekomendasi yang masuk akal.
Tantangan utamanya bukan sekadar menemukan rumus yang tepat. Peserta harus memastikan bahwa setiap kesimpulan memiliki dasar yang dapat ditelusuri.
Proses pengolahan, formula, perhitungan, dan tabel analisis harus tetap tersedia di dalam berkas yang dikumpulkan. Dengan demikian, hasil peserta tidak hanya dinilai dari tampilan akhirnya, tetapi juga dari ketepatan proses yang digunakan.
Dari babak penyisihan, sebanyak 10 tim dengan nilai tertinggi akan melanjutkan ke babak final. Mereka harus mengembangkan hasil analisis menjadi infografis, mempresentasikan temuannya, dan menghadapi pertanyaan dari dewan juri.
Ketika Analisis Harus Dipertahankan di Hadapan Juri
Dalam babak final Data Analytics Competition, peserta tidak dapat hanya mengandalkan visualisasi yang menarik.
Mereka perlu menjelaskan mengapa suatu variabel dipilih, bagaimana data dibersihkan, pola apa yang ditemukan, serta mengapa rekomendasi yang mereka ajukan relevan dengan hasil analisis.
Ir. Simeon Yuda Prasetyo, S.Kom., M.Kom., IPP, CSCU, dosen Computer Science BINUS University @Malang mengatakan bahwa bagian terpenting dari analisis data bukan hanya memperoleh hasil, tetapi memahami proses yang menghasilkan kesimpulan tersebut.
“Peserta mungkin dapat membuat grafik yang menarik, tetapi pertanyaan berikutnya adalah: apa arti grafik itu, apakah datanya sudah diolah dengan benar, dan apakah rekomendasinya benar-benar didukung oleh hasil analisis? Di situlah kemampuan berpikir kritis peserta akan terlihat,” ujar Simeon.
Menurutnya, peserta juga perlu menyadari bahwa satu kumpulan data dapat dibaca dari berbagai sudut pandang. Karena itu, setiap tim harus mampu menjelaskan dasar dari keputusan analitis yang mereka ambil.
“Kami ingin melihat peserta yang memahami pekerjaannya sendiri. Mereka perlu mampu menjelaskan hubungan antara data, proses analisis, insight, dan solusi yang diajukan. Jawaban yang terlihat meyakinkan belum tentu kuat apabila tidak memiliki dasar yang jelas,” lanjutnya.
Kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri menjadi komponen terbesar dalam penilaian babak final Data Analytics Competition. Hal ini menegaskan bahwa pemahaman peserta terhadap proses pengerjaan menjadi bagian utama dalam kompetisi.
Menguji Kekompakan melalui Tantangan Berantai
Bagi pelajar yang lebih menyukai tantangan cepat dan dinamis, DIGIQuest Challenge menawarkan pengalaman yang berbeda.
Kompetisi ini dilaksanakan dalam bentuk rally-games. Setiap tim harus berpindah melalui sejumlah pos dan menyelesaikan tantangan dengan mekanisme serta batas waktu yang berbeda.
Pada satu tantangan, peserta mungkin membutuhkan kemampuan berpikir logis. Pada tantangan lain, tim harus mengandalkan ketelitian, strategi, komunikasi, atau pemahaman teknologi.
Peserta tidak selalu memiliki banyak waktu untuk mempertimbangkan setiap pilihan. Mereka harus segera memahami instruksi, menentukan pembagian peran, dan mengambil keputusan bersama.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan individu saja belum tentu cukup. Tim yang memiliki anggota cerdas tetapi tidak mampu berkomunikasi dapat mengalami kesulitan. Sebaliknya, tim yang mampu membagi tugas dan menyusun strategi dapat menyelesaikan tantangan secara lebih efektif.
DIGIQuest Challenge menjadi arena untuk melihat bagaimana pelajar bereaksi ketika solusi tidak dapat ditemukan hanya dengan menghafal teori.
Kesempatan Mengukur Kemampuan di Tingkat Nasional
DIGION 2026 membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertemu dalam satu kompetisi.
Bagi pelajar, kompetisi ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka ketika dibandingkan dengan tim dari sekolah dan wilayah lain.
Peserta juga dapat memperoleh pengalaman yang tidak selalu tersedia di dalam pembelajaran reguler, mulai dari bekerja dengan data mentah, menyampaikan hasil analisis, menghadapi pertanyaan kritis, hingga menyelesaikan tantangan bersama tim.
Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp25.000 per tim untuk Data Analytics Competition dan Rp20.000 per tim untuk DIGIQuest Challenge, DIGION 2026 dirancang agar dapat diikuti oleh lebih banyak pelajar.
Peserta akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp5,5 juta. Selain hadiah bagi pemenang, kegiatan ini juga menawarkan e-certificate, pengalaman kompetisi tingkat nasional, kesempatan memperluas jaringan, dan materi yang dapat dikembangkan menjadi portofolio.
Workshop Sebelum Kompetisi Dimulai
Peserta Data Analytics Competition tidak akan langsung dilepas untuk mengolah dataset tanpa pembekalan.
Panitia akan menyelenggarakan workshop bertajuk “Transforming Raw Data into Meaningful Insights with Excel” pada 26 Agustus 2026. Workshop tersebut menjadi pengantar bagi peserta sebelum dataset babak penyisihan dibagikan.
Melalui workshop ini, peserta dapat memahami bagaimana data mentah dipersiapkan, dianalisis, dan diterjemahkan menjadi informasi yang memiliki makna.
Pada hari puncak kegiatan, DIGION 2026 juga menghadirkan seminar “Unlocking Tomorrow with Data and Intelligent Technology” untuk memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan data dan teknologi.
Jadwal dan Pendaftaran DIGION 2026
Pendaftaran DIGION 2026 dibuka mulai 13 Juli hingga 21 Agustus 2026.
Workshop, technical meeting, dan pembagian dataset Data Analytics Competition dilaksanakan pada 26 Agustus 2026. Batas pengumpulan babak penyisihan ditetapkan pada 1 September 2026, diikuti pengumuman finalis pada 6 September 2026.
Babak final Data Analytics Competition dan pelaksanaan DIGIQuest Challenge akan diselenggarakan secara luring pada 12 September 2026 di BINUS University @Malang.
Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui:
Website: www.digion.id
Guidebook: bit.ly/DigionGUIDEBOOK
Instagram dan TikTok: @digion.idn











