Scroll untuk baca artikel
Opini

Teknologi Pembelajaran di Sekolah: Mengapa Kebutuhan Guru Harus Dipetakan?

×

Teknologi Pembelajaran di Sekolah: Mengapa Kebutuhan Guru Harus Dipetakan?

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026-10-28 at 22.26.56
Ilustrasi Teknologi Pembelajaran di Sekolah (Sumber: Retizen)

Penulis: Jessica Alfa, Universitas Negeri Padang

Edukasi Update, Opini – Digitalisasi pendidikan akan lebih tepat sasaran jika sekolah memahami kebutuhan guru melalui data, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

Teknologi digital membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, ketersediaan perangkat dan aplikasi tidak otomatis menjamin pemanfaatannya secara optimal. Sekolah perlu mengetahui teknologi apa yang dibutuhkan guru, kemampuan apa yang perlu ditingkatkan, dan kendala apa yang harus diselesaikan.

Penelitian Yanuar (2024) terhadap 5.986 guru di Jawa Barat menunjukkan pentingnya pemetaan kebutuhan dan penggunaan media pembelajaran. Sementara itu, Solihah et al. (2023) mengkaji penggunaan aplikasi pembelajaran digital oleh guru. Kedua penelitian tersebut memberikan dasar bahwa perencanaan teknologi pendidikan perlu mempertimbangkan kondisi nyata pengguna.

Statistik untuk Memahami Kebutuhan Guru

Pemetaan kebutuhan dapat dilakukan melalui survei kepada guru. Angket dapat mencakup ketersediaan perangkat, akses internet, frekuensi penggunaan teknologi, kompetensi digital, persepsi manfaat, kebutuhan pelatihan, dan kendala pembelajaran.

Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, seperti frekuensi dan persentase, untuk mengidentifikasi kebutuhan yang paling banyak dilaporkan. Jika penelitian ingin menguji hubungan antarfaktor, analisis korelasi dapat digunakan sesuai karakteristik data.

Trisnawati et al. (2022) memberikan contoh penggunaan korelasi sederhana dan berganda untuk mengkaji hubungan keterampilan TIK guru dengan variabel pendidikan. Adapun Firman et al. (2026) menggunakan PLS-SEM untuk menganalisis penerimaan guru terhadap teknologi interactive flat panel. Perbedaan metode ini menunjukkan bahwa teknik statistik harus dipilih berdasarkan tujuan penelitian, bukan sekadar meniru artikel terdahulu.

Rencana Penelitian di Tingkat SMP

Penelitian yang direncanakan di satu SMP akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Guru menjadi responden utama, dengan jumlah yang diperkirakan lebih dari 40 orang. Jika seluruh guru yang memenuhi kriteria dapat diikutsertakan, teknik total sampling dapat dipertimbangkan.

Penelitian akan memetakan kondisi penggunaan teknologi pembelajaran dan menguji hubungan antara kompetensi digital dengan frekuensi penggunaan teknologi. Hasilnya diharapkan membantu sekolah menentukan prioritas, seperti pelatihan guru, penguatan akses perangkat, atau peningkatan pemanfaatan aplikasi pembelajaran.

Hasil penelitian belum dapat disimpulkan sebelum data dikumpulkan dan dianalisis. Selain itu, hubungan statistik tidak otomatis membuktikan sebab-akibat, dan temuan dari satu sekolah tidak serta-merta mewakili seluruh sekolah.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi pendidikan bukan ditentukan oleh banyaknya perangkat yang dimiliki, melainkan oleh kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pembelajaran. Pemetaan berbasis data dapat menjadi langkah awal agar investasi teknologi lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi guru maupun siswa.

Daftar Pustaka

Firman, M., Natalia, W., Salam, U., Aunurrahman, & Karolina, V. (2026). Analisis penerimaan guru terhadap Interactive Flat Panel dalam pembelajaran menggunakan Technology Acceptance Model. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 10(2), 863–888.

Solihah, D. S., Iskandar, S., & Kurniawan, D. T. (2023). Tingkat kemampuan guru sekolah dasar dalam penggunaan model aplikasi pembelajaran berbasis teknologi digital. COLLASE, 6(2).

Trisnawati, T., Manalu, M., & Amini, M. (2022). Hubungan kinerja dan keterampilan TIK guru terhadap hasil belajar dan literasi digital siswa kelas tinggi sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(6), 9440–9449.

Yanuar, Y. (2024). Pemetaan media pembelajaran: Kebutuhan dan penggunaan di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Teknodik, 28(2), 173–186.

Siringo Ringo, S., Nurdini, N., & Syarkowi, A. (2026). Embracing digital technology: The use of interactive flat panels (IFPs) in science education. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 10(2), 423–442.