Penulis: Ajeng Syaulan Dwi Astrinita, Chinta Setya Putri, Dafa Fatir Ramadhan, Revaldi, & Theo Marcello Tambunan
MALANG, 11 OKTOBER 2026 — Sejumlah mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan studi lapangan di Yayasan Garasi Amanah Insan Mulia pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi tugas riset mata kuliah Kewarganegaraan untuk mengkaji penanaman nilai-nilai keagamaan serta pembentukan karakter mulia anak usia dini di lingkungan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi proses pembelajaran rutin serta wawancara mendalam bersama pihak pengajar, Ibu Yayuk dan Ibu Zuliah, serta beberapa santri yayasan. Riset ini berfokus pada bentuk program keagamaan, perubahan kebiasaan belajar anak, hingga tantangan yang dihadapi pengajar dalam membina karakter santri.
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, pembinaan karakter di yayasan ini berpusat pada kegiatan rutin setiap Sabtu dan Minggu yang meliputi doa bersama, murojaah, dan setoran hafalan. Selain itu, terdapat program pendukung seperti pemutaran video kisah edukatif, penampilan pendongeng, hingga kunjungan ke panti asuhan guna melatih rasa empati dan kesadaran bersyukur anak-anak.
Pembinaan agama di yayasan tersebut terbukti memberikan dampak positif bagi para santri. Aktivitas mengaji ini berhasil mengalihkan kebiasaan akhir pekan anak-anak dari yang semula didominasi oleh penggunaan ponsel di rumah menjadi kegiatan yang lebih produktif. Murid menunjukkan peningkatan kedisiplinan murojaah serta memiliki motivasi yang lebih kuat untuk berbakti kepada orang tua.
Kendati demikian, sebagai lembaga yang baru merintis, pengajar menghadapi berbagai tantangan seperti karakter santri yang sangat aktif, tingginya dinamika emosi anak-anak, dan keterbatasan waktu pertemuan. Untuk mengatasinya, pengajar menerapkan pendekatan persuasif yang berlandaskan kesabaran, nasihat berorientasi motivasi, serta komunikasi berkala dengan orang tua santri melalui laporan semesteran.
Studi lapangan ini menunjukkan bahwa keberadaan lembaga pendidikan keagamaan nonformal memiliki peran penting sebagai wadah pembentukan moralitas dan kedisiplinan generasi muda. Publikasi hasil kajian ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya sinergi antara lingkungan mengaji dan dukungan keluarga dalam menjaga keberlanjutan pendidikan karakter anak.











